Lapiran Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE- Dinas Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Nabire Mobilitas Sigap memberikan pendampingan secara menyeluruh menyikapi kasus Mortalitas tragis Chelsy Kaltrin Candra (CKC), remaja berusia 14 tahun.
Peristiwa memilukan terjadi di lorong Waroki, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Papua center pada, Jumat (30/7/2026) ini menyita perhatian publik lantaran mengikutsertakan terduga korban dan tersangka Baju-Baju Tetap di bawah umur.
Korban tewas secara tragis di tangan rekannya seorang diri berinisial A.
lafal juga: AWP dan Jubi Kecam Tindakan Intimidasi Serta Perusakan Alat Kerja Jurnalis ketika Liput Demo KNPB
ketika ini tersangka telah ditangani oleh Polres Nabire ciptakan menjalani alur aturan extra berikut.
Sebagai bentuk tanggung tanggapi pemenuhan hak anak, Dinas PPA Nabire berkurang langsung memberikan pendampingan intensif, berkualitas kepada terduga pelaku, para saksi, maupun keluarga korban.
Kepala Seksi Perlindungan Wanita dan Anak Dinas PPA Nabire, Nurmawati menerangkan, pihaknya langsung berkoordinasi berbarengan Unit PPA Polres Nabire sesaat setelah peristiwa ciptakan memberikan Donasi psikologis kepada tersangka.
“Setelah peristiwa, kami langsung dihubungi oleh PPA Polres Nabire ciptakan pendampingan mental terhadap terduga pelaku A agar kondisi psikisnya Tak terganggu,” ujar Nurmawati kepada awak media, termasuk TribunPapuaTengah.com, di Kantor Dinas PPA Nabire, lorong Pepera, Selasa (4/8/2026).
Nurmawati menegaskan, alur pendampingan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak.
Selama pemeriksaan, terduga pelaku bersikap kooperatif dan mengemukakan keterangan secara jujur.
Beliau semoga Tak Eksis tekanan dari pihak eksternal mendapatkan mempengaruhi mental anak selama menjalani alur aturan.
lafal juga: Nyaris 4 purnama Dipalang Pemilik Ulayat, Orangtua SD Inpres Kampung Asa Tagih Keadilan Pendidikan
Meski terduga pelaku berhadapan berbarengan aturan, Dinas PPA melindungi hak-hak dasarnya sebagai anak tetap terpenuhi, termasuk hak ciptakan mendapatkan pendidikan.
Di sisi lain, PPA Nabire juga Tak mengabaikan duka Nan dialami keluarga korban.
Pendampingan psikologis bakal disampaikan secara Spesifik kepada Bunda korban ciptakan menguatkan kondisinya pasca tragedi tersebut.
lafal juga: Datangi Polres Nabire, Kuasa aturan dan Keluarga Korban Chelsy KC Lakukan Ini
“Terutama hak-hak dari korban akan berikut kami perjuangkan,” pastikan Nurmawati.
Nurmawati mengajak seluruh orang Uzur agar senantiasa menjalin komunikasi erat dan sedia berbarengan anak-anak mereka.
“Jangan pernah menghapuskan komunikasi berbarengan anak. Apapun situasinya, komunikasi harus tetap dirawat agar anak senantiasa mengalami tentram dan sedia kepada orang Uzur,” pungkasnya. (*)