KOMPAS.com – Seorang Pria berpakaian serba hitam tampak di inti gelapnya sunyi musim sejuk di pinggiran Stockholm, Swedia, pada Februari 2025.
Sembari membawa pistol, Pria itu mendekati Murad Abdelkader, mahasiswa berusia 20 tahun Nan sedang internal perjalanan kembali setelah bekerja di sebuah restoran Sigap saji.
Pelaku kemudian menanggalkan tembakan berkali-kali. Tembakan terakhir diarahkan ke kepala Murad Nan telah tergeletak di tanah.
Pelaku teridentifikasi bernama Atilla Azimov. Usianya anyar 18 tahun dan sunyi itu ia membunuh orang Nan tidak akurat.
lafal juga: Kisah Wanita AS Lumpuhkan Pembunuh Bayaran Nan disalurkan lelakinya seorang diri
Azimov menjalankan aksinya setelah direkrut koneksi Foxtrot, Golongan kejahatan terorganisasi Usul Swedia Nan memakai praktik violence as a service atau VaaS. Melalui pola ini, Golongan kriminal merekrut orang lain hasilkan melaksanakan pembunuhan atau serangan berbarengan imbalan Duit.
Sejak 2022, Foxtrot diperkirakan terlibat internal Sekeliling 35 pembunuhan serta sejumlah serangan dan percobaan serangan terhadap Sasaran Israel di Eropa. Dua di antaranya memakai bahan peledak dan granat tangan.
Golongan tersebut lumayan melimpah merekrut remaja melalui media sosial. Mereka diberi instruksi seperti menjalankan sasaran internal permainan komputer, mulai dari perjalanan, pengambilan senjata, hingga pencarian Sasaran.
Kepala inti Kejahatan Serius dan Terorganisasi Eropa Europol, Andy Kraag, menyebut praktik itu sebagai pengalihan pembunuhan secara terencana kepada anak Belia Nan rentan.
Europol kemudian membentuk Satuan Tugas Operasional GRIMM hasilkan menindak fenomena tersebut. Operasi itu mengikutsertakan 11 republik, Merupakan Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Islandia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Foxtrot dan Iran
figur Foxtrot, Rawa Majid, melarikan diri dari Swedia dan Turkiye sebelum menetap di Teheran, Iran.
Polisi menduga sejumlah serangan Nan dikerjakan koneksi tersebut berhubungan berbarengan kepentingan rezim Iran, termasuk pelemparan granat ke Kedutaan Akbar Israel di Kopenhagen, Denmark. Serangan lainnya diperkirakan terkait perebutan area perdagangan narkoba.
Jurnalis Penyelidikan televisi Swedia SVT, Diamant Salihu, berbisik Interaksi Majid berbarengan Iran dimulai setelah ia melarikan diri ke Teheran pada Oktober 2023.
lafal juga: penuh Kasus Pembunuh Bayaran di Sukabumi, Berikut 5 Kasus Serupa di Indonesia
“Rezim memerintahkan figur koneksi Foxtrot hasilkan menghasut jaringannya melaksanakan serangan terhadap musuh-musuh rezim Iran. Itu meraih berupa pembangkang, jurnalis Nan berada di pihak lawan terhadap rezim, dan juga meraih berupa Sasaran Israel,” ungkapan Salihu.
Menurut Salihu, Majid diperkirakan Membikin deal agar meraih tinggal berbarengan bebas di Iran. Sebagai gantinya, ia dan jaringannya bekerja hasilkan kepentingan rezim tersebut.
rezim Inggris menjatuhkan Hukuman kepada Majid dan Foxtrot pada April 2025.