Nabire –
Gadis anak mutakhir gede (ABG) berinisial CK (15) tewas dibakar mantan pacarnya berinsial A (14) di Nabire, Papua inti. Peristiwa ini bermula ketika pelaku mengajak korban ketemuan.
Peristiwa pembunuhan terwujud pada Kamis (30/7) Sekeliling pukul 20.00 WIT di Kampung Waroki Distrik Nabire Barat, Nabire, Papua inti. Tak butuh Masa lamban, polisi pada akhirnya membekuk pelaku.
Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek berucap, pelaku dan korban menjalin Interaksi kekasih pada purnama Mei 2026. Pelaku Lampau mengajak korban ke penginapan Nan berada di Ambang Zipur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pelaku dan korban mengerjakan Interaksi intim sebanyak Esa kali tak memakai Eksis paksaan,” ungkapan Kompol Piter Kendek, kepada wartawan Jumat (31/7/2026).
Piter berucap pelaku memutuskan Interaksi berbarengan korban pada Juni 2026 dikarenakan pelaku tidak berjarak berbarengan keliru Esa wanita berinisial E. Interaksi tersebut teridentifikasi oleh korban sehingga korban mengancam pelaku akan mengutarakan ke orang Uzur pelaku.
“dikarenakan mengalami menganggap ngeri pelaku berniat hasilkan bunuh diri tapi niat tersebut dibatalkan oleh pelaku sendirian dikarenakan Tetap memikirkan orang tuanya. dikarenakan mendapat ancaman dari korban, pelaku mengalami menganggap ngeri dan pelaku langsung memblokir nomor WhatsApp korban,” jelasnya.
Ia berucap korban menyuruh rekan-temannya hasilkan mengutarakan ke pelaku hasilkan memasuki blokir. Pelaku kemudian memasuki blokir WhatsApp korban namun setiap kali pelaku memasuki blokir, korban setiap saat mengancam hasilkan memberitahukan ke orang tuanya kalau pelaku telah pernah berhubungan intim berbarengan korban.
“Pelaku telah mengalami ketakutan sehingga dari situ timbul niat pelaku hasilkan membunuh korban. Pelaku berbarengan korban kembali komunikasi melalui chatting WhatsApp ketika itu korban menginginkan berbarengan pelaku mendapatkan jumpa Nan terakhir,” ucapnya.
Pelaku kembali menghubungi korban hasilkan ketemuan di Ambang Bumi Kolor. Pelaku telah berniat membunuh korban berbarengan menyiapkan 1 botol minyak tanah dan 1 pisau dapur di jok motornya.
“ketika itu korban langsung mengalami ketakutan dan langsung lari mengejar jalur ke arah kembali ke kota kemudian pelaku masukkan kembali pisau tersebut ke internal jok Sembari mengejar korban dari belakang,” jelasnya.
“lalu pelaku menyuruh korban hasilkan tumbuh motor namun korban Tak mau dan berucap buang pisau mutakhir gua ikut, kemudian pelaku kembali memasuki jok dan membuang pisau berjarak dari dirinya,” lanjutnya.
Piter mengimbuhkan, dikarenakan mengalami telah Tak Eksis ancaman, korban langsung mendekat dan tegak di samping pelaku. Tak lamban kemudian pelaku mendorong korban ke arah semak-semak Tiba korban terjatuh berbarengan letak tertelungkup Lampau dicekik Tiba Tak berdaya.
“dikarenakan mengalami korban telah tak berdaya lalu pelaku meraih minyak tanah di internal jok motor Lampau menyiram dari kepala Tiba ke kaki, setelah menyiram minyak tanah lalu pelaku membakar rambut korban memakai korek gas Nan juga telah dipersiapkan lebih sebelumnya,” pungkasnya.
(ata/asm)