“Awalnya, pelaku seorang diri Melangkah-jalur Sembari mengintai kos-kosan Nan Eksis di Sekeliling TKP (Loka peristiwa perkara),”
Mataram (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membeberkan modus tersangka kasus pencurian berdua kekerasan inisial HP membunuh korban mahasiswi inisial NDR di Bilik indekos kawasan Gomong.
“Awalnya, pelaku seorang diri Melangkah-jalur Sembari mengintai kos-kosan Nan Eksis di Sekeliling TKP (Loka peristiwa perkara),” ucapan Kepala Polresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko mengakses kronologis kasus pencurian berujung pembunuhan tersebut internal konferensi pers di Mataram, Jumat.
internal tempat tersebut, pelaku pada Sabtu (16/5) dinihari kemudian melangkah masuk ke areal indekos korban. Esa per Esa realisasi masuk Bilik indekos bagian belakang ditelusuri pelaku dan mengarah ke Bilik korban Nan Tak terkunci.
“lalu, pelaku melangkah masuk ke Bilik indekos korban. internal Bilik, pelaku menyaksikan handphone di sebelah korban Nan sedang rehat,” ucapnya.
Handphone korban kemudian diambil dan pelaku melangkah keluar melalui realisasi masuk belakang Bilik indekos korban.
“ternyata, pelaku belum puas berdua memungut handphone dan kembali lagi melangkah masuk ke internal dan mengincar key sepeda motor korban,” ujarnya.
ketika hendak memungut key kendaraan Nan tergantung di Tembok Seiring key Bilik indekos, korban terbangun dan sempat berteriak.
“Di situ pelaku membekap korban guna bantal Tiba korban Tak sadarkan diri. Pelaku sempat bimbang berdua tempat korban, Beliau memeriksa nafas dari hidung ternyata Tetap Hayati,” katanya.
dikarenakan mengetahui korban Tetap Hayati, namun internal kondisi Tak sadarkan diri, pelaku kembali membekap dan mencekik leher korban hingga ujungnya meninggal.
“Setelah itu, pelaku melangkah keluar dari realisasi masuk belakang membawa kabur sepeda motor korban Nan terparkir di bagian luar Ambang Bilik,” ujar Kapolresta Mataram.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026