Ngawur Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Mahasiswi di NTB, Berencana Kabur ke Malaysia


MATARAM, KOMPAS.TV – Polisi menggagalkan agenda HP, terduga pelaku pembunuhan mahasiswi berinisial NDR di Bilik kos kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melarikan diri ke Malaysia.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko, menyebut terduga pelaku tertangkap ketika memakai kendaraan Honda Beat Rona biru putih milik korban.

“Jadi, kendaraan korban Nan berada internal penguasaan pelaku ini berperan mula mula kami lakukan penangkapan,” katanya di Mataram, Jumat (31/7/2026), dikutip Antara.

lafal Juga: Polisi Selidiki Dugaan Unsur Pidana terkait Mortalitas Mahasiswi di Bilik Kos di Mataram

Ia menuturkan, ketika polisi melaksanakan olah Loka peristiwa perkara di Bilik indekos korban, pihaknya mendapatkan informasi bahwa dua telepon seluler dan kendaraan korban Lenyap.

Polisi pun menetapkan serta melaksanakan penyelidikan mengenai keberadaan kendaraan korban.

“Dari output penyelidikan lapangan, tim secara Konsentrasi melaksanakan pengintaian di area Punia, khususnya terhadap kelebihan dari Esa residivis pencurian,” ujarnya.

output dari pemantauan intensif di area Punia, polisi menemukan seorang residivis pencurian Nan berniat mengurus surat-surat hasilkan kepentingan ke bagian luar negeri, tepatnya Malaysia.

“Curiganya tim kepada Nan bersangkutan dikarenakan memakai kendaraan Nan cirinya mirip berdua milik korban Nan Lenyap,” ujarnya.

Polisi pun melaksanakan pengecekan langsung dan menemukan bahwa kendaraan Nan telah dimodifikasi tersebut Ekuivalen berdua milik korban.

lafal Juga: 2 Ruang Kelas SMAN 7 Mataram Roboh, 5 Siswa Nyaris Tertimpa | BERUT

“Sehingga Nan bersangkutan diangkut oleh tim ke kantor hasilkan pemeriksaan kelebihan berikut,” katanya.

Berdasarkan output pemeriksaan terhadap HP  Nan akan genap berusia 18 tahun pada Senin (3/8) tersebut, terduga pelaku menyetujui perbuatan.

“Jadi, Nan bersangkutan menyetujui melaksanakan langkah pencurian hingga berpengaruh korban meninggal pada Sabtu dinihari (16/5),” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *