PURWAKARTA, iNews.id – Tim Inafis Polda Jawa Barat Seiring Polres Purwakarta menggelar olah Loka peristiwa Perkara (TKP) ulang kasus pembunuhan Sumarna (43), satpamWaduk Jatiluhur Nan terungkap berbarengan kondisi kedua tangan terborgol, Jumat (31/7/2026).
Penyelidikan mendalam tersebut turut mengikutsertakan unit anjing pelacak (K-9) guna menelusuri jejak pelaku serta menguraikan misteri Mortalitas korban Nan terungkap mengambang di tepi Waduk Jatiluhur.
lafal Juga
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta, Polisi Periksa 15 Saksi
Pemeriksaan difokuskan mulai dari Pos Satpam Waduk Tanggul Kayat dan Letak terakhir korban menjalankan tugas piket hingga ke titik Letak ditemukannya jasad korban.
internal olah TKP ulang tersebut, Tim Inafis menyisir setiap Pandang Perspektif Letak ciptakan mengumpulkan petunjuk fisik, termasuk identifikasi sidik jari serta barang data Nan tertinggal.

lafal Juga
Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Diborgol, Bupati Perkuat Pengamanan Bentuk Wisata
Fana itu, anjing pelacak K-9 diterjunkan ciptakan menelusuri rute pergerakan Nan disinyalir dilalui pelaku, mulai dari pos jaga korban, menyisir tepi waduk, hingga merambah ke pemukiman Penduduk di Sekeliling area Waduk Jatiluhur.
jejak ini dijalankan ciptakan memetakan arah pelarian maupun aktivitas mencurigakan di Sekeliling Letak peristiwa ketika insiden terjadi.
Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam berbisik, selain mengerjakan olah TKP ulang dan mengerahkan unit K-9, penyidik juga mengerjakan pendekatan persuasif kepada Penduduk setempat ciptakan menggali keterangan pelengkap.
Dari keluaran pendalaman tersebut, kepolisian mengaku telah mendapatkan sejumlah informasi Krusial terkait rentetan aktivitas sebelum, ketika, dan setelah peristiwa Nan menewaskan korban.
“Kami mengerjakan olah TKP ulang Seiring Tim Inafis Polda Jabar dan menyisir Letak memakai anjing pelacak K-9. Dari keluaran pendalaman dan pendekatan kepada Penduduk, kami telah mendapatkan sejumlah informasi mutakhir terkait aktivitas di Sekeliling Letak peristiwa. Kami berkomitmen maksimal mengusut tuntas kasus ini,” ungkapan AKBP Febri Nurzam.