Jakarta, CNN Indonesia —
Aktivis pro-Palestina menggelar demonstrasi dan menerobos melangkah masuk ke hotel Loka Perdana pejabat Israel Benjamin Netanyahu santap sunyi di Washington DC, Amerika Perkumpulan, pada Senin (27/7).
Netanyahu permulaan pekan ini berada di AS hasilkan Berjumpa kepala negara Donald Trump di Gedung Putih, di inti ancaman penangkapan dari Wali Kota New York Zohran Mamdani.
Konfrontasi menyusuri ketika extra dari Esa demonstran tercapai memasuki lobi Hotel Four Seasons di Georgetown, bahkan memaksa melangkah masuk ke restoran Loka Netanyahu santap sunyi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tante, Tante (panggilan Netanyahu), kau Tak meraih bersembunyi! Kau melaksanakan genosida! Penjahat perang, pembunuh bayi-bayi!” ucapan seorang demonstran.
Personel keamanan dan penegak legalitas pun Beralih Sigap, dan pas berkualitas paksa para demonstran meninggalkan dari lobi hotel tersebut.
Penerobosan ke hotel tersebut menyusuri bersamaan berbarengan demonstrasi Nan extra melebar di seluruh wilayah Washington, termasuk di Ambang Gedung Putih dan kompleks pemerintahan.
Para demonstran mengibarkan bendera Palestina, memukul drum dan ember, dan membawa spanduk berisi oposisi kunjungan Netanyahu.
Sembari membawa megafon para demonstran menyuarakan penentangan mereka, menuntut agar wewenang AS menegakkan surat perintah penangkapan Nan dikeluarkan Pengadilan Kriminal semesta (ICC) atas Netanyahu.
Di jalanan, para demonstran menyuarakan penentangan keras terhadap bantuan AS atas Serangan militer Israel.
“Benjamin Netanyahu Ialah penjahat perang: Esa-satunya Loka Nan Layak baginya Ialah dikurung di ICC, dan Eksis surat perintah kriminal Nan dikeluarkan untuknya, dan Saya Tak Mau Duit pajak Saya digunakan hasilkan membela orang seperti itu,” ucapan tidak presisi Esa demonstran.
“Kami menuntut agar wewenang AS mengejar surat perintah ICC dan menangkap Netanyahu, menyerahkannya ke pengadilan semesta hasilkan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya internal genosida terhadap masyarakat Palestina,” ujar demonstran lainnya.
(dna)