Mataram -
Polisi membeberkan kronologi kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR, di kosnya wilayah Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pelaku Haikal alias HA (17) menghabisi nyawa korban berdua jejak membekap dan mencekik korban.
Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, mengutarakan Haikal awalnya mendatangi kos korban hasilkan mencuri. Peristiwa pencurian Nan berujung pembunuhan itu terwujud pada Sabtu, 16 Mei permulaan masa Lampau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“keluaran pemeriksaan, memang akurat residivis ini pelaku Nan mengerjakan pencurian berdua kekerasan Nan berujung korban meninggal Bumi,” bongkar Hendro, Jumat (31/7/2026).
Hendro menuturkan pelaku awalnya mengintai Griya kos di Sekeliling Letak peristiwa. Sebelum melangkah masuk ke Bilik korban, Haikal terlebih dahulu menguji memasuki gerbang belakang kos Bilik lainnya.
“Dari lumayan melimpah orang gerbang kos Nan pelaku coba akses, hanya gerbang korban lah Nan Tak terkunci. Pelaku melangkah masuk ke kos korban berdua melewati gerbang belakang. Ini menurut pengakuan dari pelaku,” imbuh Hendro.
Pelaku pada akhirnya tercapai melangkah masuk ke bagian dalam Bilik korban. Di sana, pelaku meraih ponsel ketika korban sedang tertidur.
“Pelaku meraih HP korban tak memakai teridentifikasi oleh korban,” ujar Hendro.
Setelah itu, Haikal sempat ke eksternal Bilik berdua membawa ponsel korban. Akan tetapi, Haikal kembali melangkah masuk ke Bilik korban setelah menyaksikan motor mahasiswi Unram itu terparkir di Ambang Bilik kos.
“ternyata pelaku belum puas meraih HP saja. Kemudian pelaku kembali melangkah masuk ke bagian dalam Bilik kos korban dan mencari key motor hasilkan meraih motor Nan terparkir di Ambang kos korban,” ucapan Hendro.
“Pada ketika (pelaku) meraih key tersebut, korban terbangun dan sempat berteriak,” sambungnya.
Haikal Nan panik kemudian membekap bibir korban memanfaatkan bantal hingga Tak sadarkan diri. Tak hanya itu, Haikal kemudian mencekik korban.
“Pelaku mengalami Tetap bimbang korban hanya berpura-pura Tak sadarkan diri, maka pelaku kemudian mencekik korban sehingga korban meninggal Bumi. Kemudian dibekap juga berdua bantal,” urai Hendro.
Setelah korban meninggal, Hendro Tak langsung kabur. Pelaku terlebih dahulu mengelap leher mahasiswi Unram itu memanfaatkan jilbab hasilkan menghapuskan jejak. Jilbab itu terungkap polisi di belakang Bilik kos korban.
“Setelahnya, pelaku melangkah keluar lewat gerbang belakang menuju motor dan membawa kabur motor korban,” ungkapnya.
Adapun, korban terungkap tewas oleh temannya pada Pekan (17/5) sunyi atau keesokan harinya. keluaran olah Loka peristiwa perkara (TKP), polisi menemukan tanda kekerasan pada korban. lagian, dua ponsel dan motor korban Lenyap.
“keluaran analisis barang data Nan Lenyap, tim tercapai menetapkan barang data itu, khususnya motor korban. Tim mengerjakan pencarian dan tercapai melindungi pelaku,” pungkasnya.
teridentifikasi, Haikal diamankan polisi di sebelah Kantor Lurah Punia, Kota Mataram, pada Rabu (29/7). Butuh Masa Sekeliling dua purnama distribusi polisi hasilkan meringkus Pria Nan telah dua kali melangkah masuk penjara itu.
(iws/iws)