Ngawur Dua Pelaku Pembunuhan Orang Silver di Probolinggo diamankan, Esa Tetap Diburu


PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Satreskrim Polres Probolinggo Kota telah menangkap dua pelaku kasus pembunuhan Orang silver Nan jasadnya terdeteksi di belakang sebuah warung kopi, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Polisi telah menangkap dua pelaku, Fana Esa pelaku lainnya Tetap diburu hasilkan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korban terungkap bernama Andika Wahyu Santoso (22), Penduduk Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. Jasadnya terdeteksi pada pada Senin (22/6/2026).

Fana dua tersangka Nan diamankan ialah Agus Tidar (27) dan Amir Hamzah (24), sesama pengamen Orang silver, Usul Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

lafal juga: Kisah Pilu Orang Silver di Tuban: Mengemis di Lampu Merah demi Biaya melangkah masuk Pondok Pesantren

Dua Pelaku diamankan di Kediri, Esa Tetap DPO

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri berbisik, dari keluaran penyelidikan mula, petunjuk mengarah kepada rekan-rekan korban sesama Golongan pengamen Orang silver.

“Setelah itu tim kami langsung mengerjakan Pengejaran terhadap para pelaku Nan sempat melarikan diri ke area Banyuwangi hingga Nusa Bali,” ujarnya, Kamis (30/7/2026), dilansir dari TribunJatim.

Pelarian kedua tersangka berakhir setelah tim opsnal mendeteksi keberadaan mereka di area Jawa Timur bagian barat.

Pada Rabu (29/7/2026) Sekeliling pukul 15.00 WIB, kedua pelaku tercapai diamankan di sebuah Griya kos di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Polisi menjamin alur aturan belum tuntas dikarenakan Tetap Eksis Esa pelaku Nan belum tertangkap.

lafal juga: Perangkat Desa di Pekalongan terdeteksi Tewas di Sawah, Polisi bongkar Motif Pembunuhan

“Esa pelaku Nan Tetap DPO akan terus kami kejar. Kami pastikan seluruh pihak Nan terlibat dan bertanggung tanggapi atas Mortalitas korban diproses sesuai berbarengan aturan Nan Beraksi,” pastikan Kapolres.

diperkirakan Dipicu Cekcok ketika Pesta Miras

Berdasarkan keluaran pemeriksaan Fana, pembunuhan terwujud ketika korban dan para pelaku menggelar pesta minuman keras (miras) di Letak peristiwa.

“dikarenakan pengaruh alkohol, terwujud cekcok bibir Nan berujung tindakan kekerasan fisik. Korban awalnya dipukul secara kalap memanfaatkan tangan Hampa hingga tersungkur,” bongkar Rico.

Tak berhenti di situ, para pelaku Nan telah terpengaruh minuman keras kemudian meraih batu dan bongkahan aspal di Sekeliling Letak hasilkan menganiaya korban hingga meninggal Bumi.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *