Ngawur Pakar Forensik Bongkar Alasan Pembunuh Satpam di Waduk Jatiluhur Susah Dilacak, indikasi Eksis Sosok pandai


Ringkasan Warta:

  • Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menduga pembunuhan satpam di Waduk Jatiluhur telah disiapkan secara matang
  • Jasad korban bernama Sumarna terungkap mengambang berdua tangan diborgol di kawasan waduk
  • Pelaku disinyalir Mempunyai kecerdasan ciptakan menghapuskan jejak berdua tapak menenggelamkan tubuh korban ke bagian dalam air

 

TRIBUNSTYLE.COM – Mortalitas Sumarna (40), seorang satpam Nan terungkap tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Tetap menyisakan teka-teki. 

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menduga adanya perencanaan matang dan sosok berdua kecerdasan tertentu di kembali kasus tersebut, terutama menyaksikan dari tapak pelaku memperlakukan jasad korban.

Sumarna terungkap pada Jumat (24/7/2026) bagian dalam kondisi jasad mengambang di kawasan waduk berdua kedua tangan diborgol.

sampai saat ini, polisi Tetap melaksanakan penyelidikan dan belum menentukan tersangka. 

Sebanyak 15 orang telah diinvestigasi ciptakan menolong menyingkap rangkaian peristiwa Nan terwujud sebelum Sumarna terungkap meninggal Bumi.

Reza Indragiri mengevaluasi tapak korban terungkap mendapatkan berperan petunjuk Krusial distribusi penyidik. 

lafal juga: Berduka berdua Mortalitas Satpam Waduk Jatiluhur, Ahmad Sahroni salur Sembako ciptakan Keluarga Sumarna

MISTERI SATPAM TEWAS DI JATILUHUR – Pakar curiga Eksis agenda pandai di kembali tewasnya Sumarna (40), satpam Nan terungkap tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. (Kolase Tribun Bogor)

Menurutnya, Eksis kemungkinan pelaku memahami tapak ciptakan menekan atau menghapuskan jejak Nan mendapatkan digunakan sebagai data bagian dalam alur penyelidikan.

“Tampaknya pelaku atau para pelaku ini pas pandai terkait bagaimana tapak Nan mendapatkan mereka lakukan ciptakan mengurangi tertinggalnya data pada tubuh korban,” ucapan Reza dikutip dari Youtube Metro TV, Rabu (29/7 2026).

Reza kemudian mengkritisi kondisi jasad korban Nan terungkap berada di bagian dalam air. Menurutnya, tindakan itu disinyalir berperan bagian dari upaya pelaku ciptakan menekan kemungkinan tertinggalnya data pada tubuh korban.

“Adalah.. praktis-mudahan ini Tak berperan sebuah pembelajaran Nan keliru, Ialah berdua menguji menenggelamkan tubuh korban sedemikian rupa, mencelupkan tubuh korban ke bagian dalam air,” imbuhnya.

Ia menduga tindakan penghilangan barang data itu menunjukkan adanya upaya Nan dikerjakan secara sadar ciptakan menjauhkan pertanggungjawaban pidana. 

Menurut Reza, kecerdasan pelaku mendapatkan terlihat dari tapak mereka memperlakukan tubuh korban setelah melaksanakan kejahatan.

“gua tafsirkan itu sebagai sebuah bentuk kematangan terkait bagaimana mereka melaksanakan langkah perencanaan,” ucapan Reza.

Berdasarkan analisis tersebut, Reza menduga kasus Mortalitas Sumarna bukan merupakan tindak kejahatan Nan terwujud secara spontan. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *