Koops TNI Habema mengevakuasi korban kekerasan di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Dokumentasi/ Istimewa)
Mimika: Prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer di center cuaca ekstrem. Mereka juga harus berhadapan langsung berdua Golongan bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) demi menjalankan sasaran kemanusiaan, Merupakan mengevakuasi jenazah Penduduk sipil Orang Orisinil Papua (OAP) Nan sebagai korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, memaparkan alur pencarian diawali berdua ditemukannya jejak darah Nan mengarah ke Letak para korban.
“Kami menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah ke Letak korban. ketika alur penyisiran melangkah Sekeliling pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, Laskar kami mendapat perlawanan dari Golongan bersenjata OPM hingga melangkah kontak tembak. Mereka telah menanti kami, namun seluruh personel Bisa mencegah situasi tersebut sehingga sasaran kemanusiaan tetap meraih dilanjutkan,” ucapan Yudha di Mimika, Rabu, 29 Juli 2026.
sasaran tersebut Tak melangkah berdua praktis. Letak peristiwa berada Sekeliling 65 kilometer dari center Kabupaten Yahukimo. Kondisi geografis didominasi pegunungan terjal dan melangkah masuk Nan sangat terbatas.
Meski dihadapkan pada medan Nan berat banget dan berbagai tantangan di lapangan, prajurit TNI tetap melaksanakan penyisiran berangsur. Mereka menjamin seluruh korban meraih terungkap dan dievakuasi berdua layak.
Setelah situasi tercapai dikendalikan, prajurit TNI menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban Nan terungkap merupakan Kekasih suami istri, Merupakan Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe. Fana itu, Esa korban lainnya, seorang Wanita dari Etnis Unaukam, Tetap internal alur pencarian. Identitas Komplit korban juga Tetap didalami oleh aparat.
Yudha menegaskan keselamatan Penduduk sipil terus sebagai prioritas Primer internal setiap Penyelenggaraan tugas. “Sebagai seorang prajurit, kami telah memahami setiap ancaman internal menjalankan tugas. Namun, ketika Nan kami hadapi Ialah Penduduk sipil Nan sebagai korban kekerasan, kami Tak meraih tinggal damai,” ujarnya.
Ia memaparkan medan Nan dilalui sangat berat banget berdua cuaca Nan Tak bersahabat. Di center perjalanan, prajurit TNI juga sempat mendapat perlawanan dari Golongan bersenjata.
“Tak Eksis Esa pun prajurit Nan mundur. Prioritas kami hanya Esa, menjamin para korban meraih dievakuasi dan kembali kepada keluarganya berdua layak. Tak boleh Eksis Selera khawatir Nan mengalahkan ukur kemanusiaan,” jelasnya.
Koops TNI Habema mengevakuasi korban kekerasan di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Dokumentasi/ Istimewa)
ketika terungkap, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya tindakan Nan Tak manusiawi. Setelah tercapai dievakuasi dari Letak peristiwa, kedua korban diangkut ke RSUD Dekai Sekeliling pukul 14.30 WIT hasilkan menjalani alur visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang.
alur Pengungsian tersebut diawasi langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap penanganan para korban.
internal kesempatan Nan Baju, Yudha turut menyangkal konfirmasi narasi Nan disebarkan Golongan OPM Nan menyebut para korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, tudingan tersebut Baju sekali Tak berdasar dan hanya memperkeruh situasi.
Ia menegaskan para korban Ialah Penduduk sipil Orang Orisinil Papua (OSP) Nan sebagai korban tindak kekerasan. Mereka berhak meraih perlindungan, penghormatan, dan penanganan Nan layak sebagai sesama anak bangsa.
Di kembali keberhasilan operasi tersebut, tersimpan dedikasi dan pengorbanan para prajurit Nan rela mempertaruhkan keselamatan demi menunaikan sasaran kemanusiaan. Menembus medan ekstrem, melewati cuaca Nan Tak menentu, hingga tetap menegaskan di bawah ancaman Golongan bersenjata, mereka membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua Tak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjamin setiap Penduduk Nan sebagai korban meraih meraih pertolongan.
distribusi Satgas Habema, setiap nyawa masyarakat Papua Ialah amanah Nan harus diperjuangkan. Selama Tetap Eksis Penduduk Nan membutuhkan Donasi, prajurit akan terus hadir di garis terdepan, apa pun ancaman Nan harus dihadapi.