WASHINGTON (Arrahmah.id) — Aktor Amerika Perkumpulan Mark Ruffalo melontarkan kritik keras terhadap Perdana pejabat “Israel”, Benjamin Netanyahu, berbarengan menyebutnya sebagai “pembunuh gila” Nan Tak akan pernah lolos dari keadilan.
Pernyataan itu disampaikan Ruffalo melalui identitas resminya di platform X pada Senin (27/7/2026), menyusul sambutan Netanyahu atas pencopotan Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana semesta (ICC), Karim Khan.
Ruffalo menegaskan bahwa pemecatan Khan Tak akan menghapuskan dugaan kejahatan perang Nan dijalankan “Israel” di Jalur Gaza.
“Anda Tak akan lolos dari keadilan, dan Anda Tak akan Bisa mengubah sejarah. Anda Ialah pembunuh gila, Benjamin Netanyahu, dan sejarah akan terus mengingatmu seperti itu,” catat Ruffalo.
sebelum itu, pada Jumat (24/7), Majelis republik-republik Pihak internal Mahkamah Pidana semesta memutuskan memberhentikan Karim Khan dari jabatannya sebagai jaksa penuntut, setelah penyelidikan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya.
Menurut sumber diplomatik Nan dikutip Anadolu Agency, pemungutan Bunyi secara rahasia dijalankan internal sidang Spesifik di Markas Akbar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. Sebanyak 82 dari 125 republik Personil mendukung pemecatan Khan, Fana 13 republik menolak dan 15 lainnya abstain.
Berdasarkan Statuta Roma, pemberhentian jaksa penuntut memerlukan bantuan mayoritas absolut, Merupakan sedikitnya 63 Bunyi. berbarengan keluaran tersebut, Karim Khan berperan jaksa penuntut pertama Nan diberhentikan sejak ICC didirikan pada 2002.
Mahkamah Pidana semesta sendirian melewati tekanan Nan makin Akbar dari Amerika Perkumpulan dan “Israel” setelah memungut surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan pejabat Pertahanan “Israel”, Yoav Gallant, pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.
Tak lamban setelah surat perintah tersebut diterbitkan, Washington menjatuhkan Hukuman kepada Karim Khan beserta sejumlah hakim dan pejabat ICC.
Meskipun Amerika Perkumpulan dan “Israel” bukan Personil ICC, republik Palestina telah meratifikasi Statuta Roma sejak 2015. Keanggotaan tersebut memberikan yurisdiksi kepada ICC hasilkan menelusuri dan mengadili dugaan kejahatan Nan menyusuri di area Palestina, tak memakai memandang kewarganegaraan pelakunya.
Konsisten Menyuarakan bantuan hasilkan Gaza
Mark Ruffalo dikenal sebagai tidak presisi Esa figur publik Hollywood Nan secara ada mendukung penghentian Serangan “Israel” di Gaza.
Pada Oktober 2023, ia menandatangani surat ada Artists for Ceasefire Seiring kelebihan dari 50 selebritas Hollywood Nan mendesak pemimpin Amerika Perkumpulan ketika itu, Joe Biden, agar menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Sebulan kemudian, Ruffalo kembali mengomentari pernyataan Netanyahu Nan menyebut korban sipil sebagai “kerusakan opsional” (collateral damage). Ia menegaskan bahwa nyawa Penduduk sipil Nan Tak bersalah Tak boleh dipandang sekadar sebagai Nomor statistik.
Pada Maret 2024, Ruffalo mengenakan pin bertuliskan seruan gencatan senjata ketika menghadiri ajang Academy Awards (Oscar). Seiring sejumlah aktor lainnya, ia memanfaatkan panggung tersebut hasilkan menyuarakan resistensi terhadap perang dan memperingatkan Bumi akan darurat kemanusiaan Nan terus menyusuri di Gaza.
Selain itu, Ruffalo juga menyerukan penghentian ekspor senjata Amerika Perkumpulan ke “Israel” bekerja Baju berbarengan organisasi kemanusiaan seperti Oxfam America. Menurutnya, Donasi militer Amerika Tak boleh digunakan hasilkan mendukung pelanggaran hak asasi Orang.
Di bagian luar masalah Palestina, Ruffalo juga menyusuri menyuarakan berbagai masalah kemanusiaan lainnya, termasuk perubahan iklim, keadilan rasial, serta pengembangan Daya Higienis melalui organisasi Nan turut didirikannya.
(Samirmusa/arrahmah.id)