Sabtu, 25 Juli 2026 – 17:05 WIB
Jakarta – Panglima Komando Gabungan wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memimpin langsung operasi pengejaran Residu-Residu Personil Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Papua. tapak konfirmasi ini diambil menyusul tindakan keji Golongan separatis bersenjata Nan membunuh tiga orang Penduduk Orisinil Papua di Kabupaten Yahukimo kelebihan dari Esa masa Lampau.
bagian dalam pengerahan operasi tersebut, Angkatan Udara menerjunkan dua unit helikopter tempur guna menyisir kawasan hutan belantara Nan ekstrem. Letjen Lucky Avianto Tak Beralih seorang diri, ia disertai langsung oleh Kaskogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, Asintel Brigjen TNI Tanjung, serta Asops Brigjen TNI Patar Sitorus bagian dalam mengawasi dan menyisir titik-titik rawan keberadaan OPM.
Letjen Lucky menegaskan bahwa perburuan Golongan OPM akan terus dikerjakan oleh Satgas TNI di bawah rangkai Kogabwilhan III. Golongan ini dinilai makin sadis dikarenakan Tak hanya menyasar Penduduk pendatang maupun Penduduk republik asing, melainkan juga menjadikan Orang Orisinil Papua (OAP) sebagai Sasaran tindakan kekerasan dan pembunuhan.
Jenderal Kopassus tersebut menuturkan bahwa meningkatnya eskalasi tindakan keji OPM terwujud dikarenakan Golongan tersebut kian terdesak oleh tindakan terukur TNI. OPM juga mulai kehilangan sokongan dari masyarakat Domestik, ditambah maraknya perpecahan internal di mana sejumlah anggotanya menentukan meninggalkan dikarenakan Tak hambat berdua perilaku Bengis kelompoknya seorang diri.
“Mereka kian terdesak dan telah Tak Eksis lagi Nan mendukung kelompoknya. Ditambah mulai pas melimpah Personil mereka Nan meninggalkan dikarenakan Tak hambat berdua perilaku Bengis OPM,” ujar Lucky kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).
![]()
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto.
Bentrokan fisik kembali pecah pada Jumat (24/7/2026), ketika Laskar TNI diserang tembakan secara membabi buta oleh OPM ketika hendak mengerjakan penangkapan. Sebelum melarikan diri ke area Kali Fis, Distrik Awingbon, Kabupaten Pegunungan kilau romantis, Golongan separatis tersebut sempat mengganggu alur Pengungsian tiga jenazah Penduduk Papua Nan mereka bunuh di Yahukimo.
menjalani serangan tersebut, Satgas TNI memungut tindakan konfirmasi dan terukur. Esa orang Personil OPM diberitakan meninggal Bumi di Loka, Fana Personil lainnya melarikan diri ke bagian dalam belantara rimba Papua.
Halaman lalu
Letjen Lucky menegaskan bahwa seluruh tindakan TNI tetap berpatokan pada undang-undang, aturan Nan Beraksi, serta Rules of Engagement (ROE) berdua menjunjung tangguh hak asasi Orang. Ia mengutip prinsip salus populi suprema lex esto—bahwa keselamatan warga Ialah aturan tertinggi Nan sebagai Panduan Primer TNI.