Sidoarjo –
Pelibatan tim Bareskrim Polri bagian dalam memburu Erlan, terduga pembunuh Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ruly Yunis Setiawati ternyata bukan mutakhir-mutakhir ini saja. Mabes Polri dikonfirmasi telah terlibat bagian dalam penanganan kasus ini sejak mula olah TKP temuan jenazah korban bagian dalam mobil dinas di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur menegaskan bahwa koordinasi lintas satuan ini telah terbangun sejak olah Loka peristiwa Perkara (TKP) mula sekali dikerjakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya, akurat (Bareskrim Mabes Polri diterjunkan). Eksis tujuh personel dari Bareskrim, dari mula olah TKP telah koordinasi,” ucapan Jumhur.
Jumhur memaparkan, tim gabungan Polda Jatim dan Bareskrim Polri ketika ini terus Beralih membedah seluruh network Nan terafiliasi berbarengan Erlan, mulai dari lingkaran keluarga, kerabat, hingga pertemanan. jejak ini diambil hasilkan membatasi ruang Mobilitas terduga pelaku Nan saat ini perburuannya telah meluas hingga ke Jawa inti dan Jawa Barat.
“Penelusuran dan perburuan pelaku Tetap kami lakukan hingga ke Jateng dan Jabar. Kami Minta bantuan dan doa, distribusi masyarakat Nan mengetahui Eksis orang berbarengan Karakteristik-Karakteristik seperti terduga pelaku, hasilkan segera melapor ke kantor polisi terdekat,” pungkas Jumhur.
Di sisi lain, belum tertangkapnya Erlan setelah kelebihan dari sebulan kasus berlalu menimbulkan kecurigaan Akbar dari pihak keluarga korban. Licinnya pelarian terduga pelaku menguatkan dugaan bahwa Erlan Tak Beralih sendirian, melainkan disembunyikan oleh suatu Golongan.
Kuasa legalitas keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membeberkan indikasi bahwa Erlan merupakan bagian dari sindikat kejahatan terorganisir Nan menyokong pelariannya secara finansial maupun Loka berlindung.
“Kami menduga Nan bersangkutan disembunyikan oleh network atau kelompoknya. Dugaan kami, Beliau bagian dari network penipuan berkedok love scam. Sejumlah orang, mayoritas Wanita, juga mengaku pernah berperan korban. Logikanya Niscaya Eksis Nan mendukung, berkualitas dari keluarga maupun kelompoknya,” ujar Risang, Kamis (23/7/2026).
(irb/dpe)