Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com
Jakarta: Kementerian eksternal Negeri (Kemlu) RI mengatakan empat Penduduk republik Indonesia (WNI) Nan diperkirakan terlibat bagian dalam kasus pembunuhan sesama WNI di Yerevan, Armenia, sampai saat ini Tetap menjalani alur aturan di republik tersebut.
Penyelidikan oleh kuasa Armenia Tetap terus terjadi. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah berucap berdasarkan komunikasi KBRI Kyiv melalui Konsul Kehormatan RI di Yerevan, korban maupun para terduga pelaku merupakan Penduduk republik Indonesia.
“Berdasarkan komunikasi dari KBRI Kyiv melalui Konsul Kehormatan kita di Yerevan, Tiba ketika ini alur penyelidikan Tetap terus terjadi. baik korban maupun terduga pelaku ini merupakan Penduduk republik Indonesia,” ungkapan Heni bagian dalam press briefing di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Heni menuturkan aparat keamanan Armenia sebelum itu menjaga enam WNI bagian dalam rangka penyelidikan kasus tersebut. Namun, dua orang telah dilepaskan, Fana empat WNI lainnya Tetap menjalani alur aturan dikarenakan penyelidikan belum berakhir.
“Pihak keamanan setempat telah menjaga enam orang WNI Nan diperkirakan pelaku. Hanya dua orang di antaranya telah dilepaskan, Fana empat orang WNI lainnya Tetap menjalani alur aturan Nan Tetap bagian dalam alur penyelidikan,” ujarnya.
Selain membuntuti perkembangan alur aturan, Kemlu melalui KBRI Kyiv terus mengusahakan pemenuhan hak-hak kekonsuleran distribusi para WNI Nan terlibat bagian dalam perkara tersebut.
Menurut Heni, KBRI Kyiv telah mengutarakan nota diplomatik kepada Kementerian eksternal Negeri Armenia hasilkan mendapatkan realisasi masuk kekonsuleran, termasuk menyaksikan jenazah korban guna penanganan extra terus.
“Jadi Tiba ketika ini kita Tetap mengharap pemberian realisasi masuk kekonsuleran tersebut Sembari berkoordinasi berbarengan kuasa setempat. Tentunya juga kita akan terus mengawasi dan menyaksikan apakah diperlukan pendampingan kekonsuleran Nan diperlukan hasilkan para terduga pelaku ini,” jelasnya.
sebelum itu, WNI Usul Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto terdeteksi meninggal Bumi di sebuah mes perusahaan di Yerevan, Armenia, pada 15 Juli 2026. Berdasarkan informasi Nan diperoleh keluarga, korban terdeteksi di bagian dalam Bilik setelah Tak mendapatkan dihubungi rekan kerjanya.