JAKARTA – Personel Bawah setel Operasi (BKO) Satgas Tindak Operasi Tenteram Cartenz-2026, Brigpol Fredi Lukas Awes, gugur usai dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK) di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Wakil Kepala Satgas Humas Operasi Tenteram Cartenz-2026, AKBP Andri Alam, menegaskan Tiba ketika ini pihaknya Tetap memburu pelaku Nan menyerang personel tersebut hingga tewas.
“Pengejaran terhadap pelaku Nan diperkirakan mengerjakan penganiayaan hingga berpengaruh korban meninggal Bumi,” ucapan Andri, Rabu (22/7/2026).
Fana itu, Kepala Operasi Tenteram Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengutarakan belasungkawa Nan mendalam atas gugurnya Brigpol Fredi Lukas Awes.
“Kami melindungi peristiwa ini akan ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan legalitas Nan Beraksi. Seluruh jejak penyelidikan terus dikerjakan hasilkan menyingkap pihak Nan bertanggung tanggapi serta merawat situasi kamtibmas tetap terlindungi dan kondusif,” ujarnya.
Senada berdua itu, Wakil Kepala Operasi Tenteram Cartenz-2026, Kombes Adarma Sinaga, berbisik bahwa tim gabungan ketika ini Tetap terus mengoptimalkan penyelidikan melalui pengumpulan alat bukti, pendalaman keterangan saksi, serta pengejaran terhadap pelaku.
“Kami berkomitmen menyingkap secara menyeluruh pelaku maupun motif bagian dalam peristiwa ini. Seluruh tahapan dikerjakan secara profesional, Rasional, dan sesuai jejak kerja legalitas Nan Beraksi. Kami juga mengajak masyarakat agar tetap damai serta memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui hal-hal Nan meraih menolong tahapan penyelidikan,” ucapnya.
teridentifikasi, Brigpol Fredi Lukas Awes terungkap meninggal Bumi di kawasan Kompleks jalur Pertanian Halabok Paradiso Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, bagian dalam kondisi meninggal Bumi dikarenakan sejumlah luka senjata tajam Nan diperkirakan dikerjakan oleh orang Tak dikenal (OTK).
Hingga ketika ini, petugas kepolisian Tetap mengerjakan penyelidikan hasilkan menyingkap pelaku dan motif di kembali peristiwa tersebut.
Korban telah dievakuasi dari Letak peristiwa ke RSUD Dekai guna keperluan rangkaian pemeriksaan medis kelebihan terus. lalu, jenazah diterbangkan ke Kota Jayapura dan ketika ini telah disemayamkan di Griya duka.