Ngawur Dugaan mula Pemicu Prajurit TNI Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Tangerang


Kabupaten Tangerang

Prada Arif Budi Sampurna tewas dikeroyok sejumlah orang di Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus itu diperkirakan dipicu perselisihan korban berdua para pelaku.

“Insiden mula peristiwa tersebut diperkirakan dikarenakan perselisihan, keliru Mengerti di keliru Esa Loka nyemil Nan kemudian menyebabkan tindakan pengeroyokan disertai penusukan dari suatu Golongan masyarakat terhadap Prada ABS,” ucapan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, bagian dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Prada Arif merupakan Personil Kodam XVII/Cenderawasih Nan sedang melaksanakan tugas hasilkan menolong Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta. Korban terungkap bagian dalam kondisi Tak bernyawa di jalur Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang, pada Pekan (19/7) Sekeliling pukul 05.45 WIB.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Pada ketika korban terungkap oleh saksi, terungkap kartu tanda Personil (KTA) militer milik korban, saksi kemudian memberitakan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Tim gabungan TNI dan Polri, mulai pihak Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan Beralih Sigap mengejar para pelaku serta menelusuri kasus hasilkan mengumpulkan para saksi dan alat-alat berita terkait berdua tindakan pengeroyokan tersebut.

Kasus tersebut ketika ini telah bagian dalam tahap alur penyidikan di Polres Tangerang Selatan berdua terperiksa saksi sejumlah 17 orang. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menduga Eksis 9 orang pelaku Nan mengeroyok Prada Arif.

“Dari output pendalaman penyidikan, meraih kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban Prada ABS sejumlah 9 orang, lagian 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan dikarenakan Tak Eksis keterlibatan di bagian dalam peristiwa tersebut,” katanya.

Pihak TNI akan terus mengawal ketat alur legalitas ini dan mengajak masyarakat serta rekan almarhum agar tetap tenteram serta menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada aparat penegak legalitas. Pihak Kodam XVII/Cen turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga (alm) Prada ABS, hasilkan Penyelenggaraan alur legalitas dijamin akan dilaksanakan secara transparan.

Kodam juga mengucapkan raih kasih atas bantuan dan Donasi dari Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, khususnya Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, dan Denpom Tangerang serta Polres Tangerang Selatan Nan telah Beralih Sigap hasilkan menyingkap kasus pengeroyokan Nan menyebabkan Prada Arif meninggal.

4 Pelaku diamankan

Polisi menangkap 4 pelaku pembunuhan prajurit TNI bernama Prada Arif Budi Sampurna, Nan terungkap tergeletak di Kabupaten Tangerang. Empat pelaku Mempunyai peran Nan berbeda.

“Hingga ketika ini, terdapat empat orang tersangka terhadap perbuatan ini,” ucapan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (21/7).

Empat pelaku tersebut berinisial BR (36) dan MKN (27) berperan mengejar korban; RRG (22) Nan berperan memukul korban dan mengejar korban memakai sepeda motor; serta H (21) Nan berperan mengejar korban, memukul korban, dan menusuk korban memakai sebilah pisau.

Tiga tersangka pertama diamankan tim gabungan. Fana H menyerahkan diri ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Nan kemudian diserahkan ke Polres Tangsel.

Wira berbisik antara pelaku dan korban Tak saling mengenal. Polisi menyita extra dari Esa baju Nan digunakan para pelaku bagian dalam kasus pengeroyokan maut.

Lihat Video ‘Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Eksis 10 Luka Tusuk’:

Halaman 2 dari 2

(jbr/mei)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *