Klungkung –
Sosok pembunuh I Nyoman Cita (50) alias Man Colik, Agus Novit Pramana Putra (30) alias Petong, dikenal tidak sedia dan jarang bergaul. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah Penduduk Nan berkerumun ketika Petong mengerjakan rekontruksi pembunuhan Man Colik di rumahnya, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (21/7/2026).
“Sejak Mini Beliau tinggal di Denpasar. Kalau kembali ke sini jarang bergaul. Jarang ngumpul. Jadi kita Tak tahu apa pekerjaan dan aktivitasnya. Jarang juga ke sini,” ucapan tidak akurat seorang tetangga Petong Nan enggan diungkapkan namanya kepada detikBali di center rekonstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikBali di Letak, extra dari Esa pemuda seusianya nampak berkerumun menyaksikan Petong memperagakan setiap adegan berbarengan busana tahanan oranye, penutup kepala hitam, dan tangan diborgol.
Penduduk Desa Negari lainnya mengaku kaget ketika tahu Petong pelaku pembunuhan Man Colik. Menurutnya, Penduduk Sekeliling bahkan Tak tahu kalau pelakunya Esa desa berbarengan korban.
“Kaget juga Masa tahu Beliau pelakunya. Kalau orang-orang Uzur Nan Tak membuntuti Warta dan informasi di media sosial, Tak tahu juga ini peristiwa apa penuh-penuh Eksis polisi,” papar Penduduk.
Polres Klungkung menggelar rekonstruksi pembunuhan I Nyoman Cita (50) alias Man Colik di sungai Bubuh, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa.
Rekonstruksi diperagakan langsung oleh pelaku Agus Novit Pramana Putra alias Petong berbarengan mengenakan baju tahanan oranye dan penutup kepala berwarna hitam. internal rekonstruksi, Petong memperagakan jumlah 46 adegan.
Di rumahnya, Petong memperagakan bagaimana ketika ia tiba ke Desa Negari dari Denpasar pada 29 Juni 2026 memakai taksi digital. Lampau aktivitas Tiba Masa peristiwa pembunuhan tanggal 1 Juli 2026.
“Jadi tadi rekonstruksi di Griya pelaku, Eksis adegan bagaimana pelaku ke dapur memungut pisau Nan telah dipersiapkan hasilkan menusuk korban. Sebelum kembali ke Denpasar setelah membunuh korbannya, pelaku dari TKP juga sempat kembali ke rumahnya,” Jernih Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo.
lebih sebelumnya Petong diringkus tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung Seiring Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Bali di sebuah Griya kos di lorong Mahendradata Selatan, Denpasar Barat, pada Jumat permulaan saat (17/7/2026).
Seperti teridentifikasi, Man Colik lebih sebelumnya terungkap tewas mengapung di aliran sungai (Tukad) Bubuh, Kamis (2/7/2026) pagi. lebih sebelumnya, cowok paruh baya itu sempat dinyatakan Lenyap setelah pamit bersih-bersih ke sungai sejak Rabu (1/7/2026) gelap.
Jasad korban terungkap internal letak telungkup di sebelah selatan jembatan Bypass tidak terpencil kantor KPU Klungkung Sekeliling pukul 07.30 Wita. Tragisnya, polisi menemukan sejumlah luka robek di tubuh korban Nan mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
(hsa/iws)