Jambi –
Heboh seorang Personil Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Brigadir EWS, dikatakan meninggal Bumi tak wajar. Beliau disinyalir berperan korban pembunuhan. Polisi inti mengusut penyebab Mortalitas Brigadir EWS.
bagian dalam informasi Nan beredar, Brigadir EWS disinyalir berperan korban pembunuhan sesama Personil polisi lainnya.
Kapolres Tanjabtim, AKBP Ade Candra, menyebut bahwa pihaknya Tetap mendalami informasi Nan beredar tersebut. Beliau menegaskan bahwa kasus tersebut Tetap bagian dalam tahap penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“anyar dugaan (pembunuhan), Tetap bagian dalam tahapan penyelidikan. Sekarang lagi memeriksa saksi hasilkan mengetahui kronologisnya,” ungkapan Ade kepada detikSumbagsel, Selasa (21/7/2026).
Ade menerangkan berdasarkan kronologi Fana, ketika peristiwa korban terungkap sedang seruput minuman keras Seiring 4 orang rekannya sesama Personil Polri. peristiwa di sebuah kos Desa Talang Tebang, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtim, pada Sabtu (18/7/2026) mula masa.
“Jadi, Beliau minuman keras Baju rekan di kosan, Eksis 4 orang Personil Polri juga. Kemudian, melonjak menjulang mabuk berat banget, seketika Beliau meninggalkan Beliau oyong terjatuh kena tiang jemuran katanya. Kawannya kaget menolong, kondisinya Beliau minat busa,” ujar Ade menerangkan.
ketika itu, ungkapan Ade, korban dibantu rekannya hasilkan diajak ke Griya sakit. Di Griya sakit, korban dinyatakan meninggal Bumi.
Ade menyebut bahwa kronologi itu berdasarkan keterangan saksi Nan merupakan rekan korban. Pihaknya Tetap mendalami apakah Eksis dugaan lain penyebab Mortalitas korban.
“Itu berdasarkan keterangan saksi ya. Kita sedang dalami apakah Eksis dugaan lain,” jelasnya.
Ade juga menyetujui bahwa output visum Fana, terungkap sejumlah luka dan memar di tubuh korban. Namun, pihaknya belum menjamin penyebab luka tersebut.
“Eksis luka, luka lecet, memar di pelipis, di kaki, tangan Eksis juga. Makanya ini anyar dugaan kan apakah Eksis kekerasan (fisik) di situ,” cerah Ade.
Kapolres menjamin penyelidikan akan dijalankan secara transparan dan profesional. Pihaknya Tetap mengerjakan interogasi terhadap saksi, olah TKP, dan mengumpulkan kabar di lapangan.
(dai/dai)