Senin 20-07-2026,19:27 WIB
Reporter:
Novi Triawan|
Editor:
Novi Triawan
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah di kantor Kemenlu, Jakarta.-istimewa-
Yerevan, Memorandum.disway.ID – Kasus berdarah menimpa seorang Penduduk bangsa Indonesia (WNI) di bagian luar negeri.
Valent A. Tambuto (24), pemuda Usul Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebagai korban pembunuhan tragis di Yerevan, Armenia, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kasus ini pun langsung mendapat perhatian serius dari wewenang inti.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian bagian luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, berbisik bahwa Kedutaan Akbar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv telah Beralih Sigap.
lafal JUGA:Misteri Pembunuhan ASN Bangkalan Terkuak, Polisi ujar Pelaku Kerap Lakukan tindakan Penipuan Modus Love Scamming
Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif berbarengan wewenang Armenia ciptakan mengatasi kasus tersebut Tiba tuntas.
“Kemlu melalui KBRI Kyiv telah melaksanakan tapak penanganan dan koordinasi secara intensif berbarengan wewenang Armenia terkait penanganan kasus meninggalnya seorang WNI di Yerevan, Armenia, Nan diperkirakan sebagai korban tindak pidana pembunuhan pada 15 Juli 2026,” ungkapan Heni, Senin, 20 Juli 2026.

Gempur Rokok Illegal–
Heni menuturkan, KBRI Kyiv kali pertama mendapatkan informasi mengenai kasus kelam itu pada 16 Juli 2026. Pasca-mendapatkan laporan, KBRI segera berkoordinasi berbarengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, aparat penegak legalitas Armenia, dan komunitas WNI setempat.
lafal JUGA:Rekonstruksi Pembunuhan Sekuriti Sukomanunggal Surabaya, Korban Sempat Tusuk Pelaku
tapak Sigap ini diambil ciptakan memastikan informasi, menentukan pihak-pihak Nan terlibat, serta meraih perkembangan penyelidikan.
Ironisnya, dugaan mula menunjukkan bahwa pelaku kriminalitas ini Tetap merupakan rekan senegara korban. Kasus ini pun sekarang inti diusut secara mendalam oleh kepolisian setempat.
“Berdasarkan informasi mula wewenang Armenia, korban dan pihak Nan diperkirakan sebagai pelaku merupakan WNI. Sejumlah WNI telah ditangani ciptakan kepentingan penyidikan,” ujar Heni.
Di ketika Nan Baju, KBRI Kyiv berkoordinasi berbarengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia ciptakan memastikan keterangan korban.
Mereka juga menindaklanjuti berbagai informasi Nan didapat, termasuk komunikasi dari pihak Nan mengaku sebagai keluarga tidak akurat Esa WNI Nan sekarang berada internal penanganan aparat Armenia.
lafal JUGA:Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Sadis di Tragah Bangkalan, Motif Mulai Terkuak
ciptakan menjaga hak-hak kekonsuleran para WNI terpenuhi secara legalitas, pada 18 Juli 2026 KBRI Kyiv telah mengutarakan nota diplomatik kepada Kementerian bagian luar Negeri Armenia.
Melalui nota Formal tersebut, KBRI menginginkan melangkah masuk kekonsuleran penuh ciptakan penanganan jenazah korban serta bersiap menemui WNI Nan sedang menjalani alur legalitas.
“KBRI Kyiv akan terus menindaklanjuti perkembangan kasus, berkoordinasi berbarengan wewenang setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan legalitas Armenia,” pungkas Heni. (*/nov)
Sumber: