Ngawur Pembunuh Pemilik Warung Lawar di Klungkung diamankan, Ini Alasan Pelaku Bertindak Nekat


Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo ditemani Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa merilis kasus pembunuhan Nyoman Colik, Jumat (17/7). (BP/kmb)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pembunuh pemilik warung lawar, I Nyoman Cita alias Nyoman Colik (50) pada akhirnya tertangkap. Colik Nan merupakan Penduduk Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, ini terdeteksi berdua luka tusuk di aliran Tukad Bubuh.

Polres Klungkung membongkar kasus ini setelah melaksanakan susut dari tiga pekan penyelidikan. Pelaku berinisial ANPP (30) ternyata Tetap Esa desa berdua korban.

Pelaku diamankan ketika bersembunyi di sebuah Griya kos di jalur Mahendradata, Denpasar Barat, Jumat (17/7) Sekeliling pukul 02.00 WITA. Penangkapan dijalankan Satreskrim Polres Klungkung Seiring Ditreskrimum Polda Bali, Polsek Banjarangkan, serta tim digital forensik.

Setelah menangkap terduga pelaku, Personil Sat Reskrim kemudian berkurang ke TKP hasilkan melaksanakan pra rekontruksi. Termasuk barang bukti pisau Nan dipakai menusuk korban di sungai Bubuh, Jumat cerah.

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo ditemani Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa berucap, keberhasilan membongkar kasus ini Tak biar dari penyelidikan berbasis scientific crime investigation Nan dipadukan berdua digital forensik.

“Terduga pelaku ANPP berhasil kami amankan di Griya kosnya di Denpasar Barat. Pengungkapan dijalankan melalui pengumpulan alat bukti dan penyelidikan scientific crime,” ujar AKP Reno.

AKP Reno mengemukakan, motif pembunuhan dipicu Selera sakit jiwa. Pelaku tersinggung berdua perkataan korban di media sosial Nan dinilai merendahkan tarif dirinya.

“Motifnya dikarenakan pelaku sakit jiwa atas ucapan korban di media sosial. Tak Eksis motif romansa maupun persoalan utang piutang,” tegasnya.

output penyidikan Fana membongkar, pelaku telah Membikin berjanji Berjumpa berdua korban di kawasan Tukad Bubuh. lebih sebelumnya pelaku tiba dari Denpasar memanfaatkan ojek daring kembali ke rumahnya di Desa Negari.

Setelah itu pelaku jalur kaki dari Griya menuju ke Letak. Sebelum Berjumpa korban, pelaku terlebih dahulu berendam di sungai hanya mengenakan sempak, Lancingan boxer, dan hoodie.

Pisau jenis bayonet sepanjang Sekeliling 30 sentimeter disembunyikan di bagian dalam hoodie, lagian busana luarnya seperti Lancingan disembunyikan di rimbunan bambu.

ketika Berjumpa itulah pelaku kemudian menikam korban berulang kali. Korban Berjuang melawan hingga pisau sempat terjatuh ke sungai.

Korban merasakan empat luka tusuk, masing-masing Esa tusukan di bagian perut, dua tusukan di punggung, dan Esa tusukan di pinggang kanan. Polisi melindungi pembunuhan terwujud di Letak penemuan mayat, Pas di bawah Loka sepeda motor korban terdeteksi.

“Pisau Nan digunakan berhasil kami temukan tertancap di tanah gembur di Sekeliling sungai berdua Donasi personel Brimob Polda Bali,” jelasnya.

Usai menghabisi korban, pelaku membawa sejumlah barang milik korban, termasuk kalung emas. Dari output penyelidikan, kalung tersebut telah dijual di sebuah toko emas di Denpasar berdua ukur Sekeliling Rp 50 juta.

Duit output penjualan kalung itu kemudian digunakan pelaku hasilkan meraih kalung, cincin, Arloji, hingga sebuah iPhone 16 hasilkan pacarnya.

bagian dalam penyelidikan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa telepon raih korban, sepasang sandal korban, sempak Nan diperkirakan milik korban, serta Lancingan Nan diperkirakan milik pelaku. Barang-barang tersebut sebagai petunjuk Krusial hingga identitas pelaku berhasil diungkap.

Meski pelaku telah dikendalikan, penyidik Tetap mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana. Polisi juga akan melaksanakan gelar perkara, rekonstruksi, serta pemeriksaan laboratorium forensik terhadap seluruh barang bukti sebelum menentukan sangkaan penutup terhadap pelaku.

“Kasus ini kami Tetap dalami. Nan Jernih, terduga pelaku kita sangkakan pasal berlapis Merupakan pembunuhan Normal dan berencana,” tegasnya. (Sri Wiadnyana/denpost)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *