Sabtu, 18 Juli 2026 – 15:34 WIB
Kota Probolinggo, VIVA Jatim-Kasus penemuan mayat Pria di lahan Hampa kawasan Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada akhirnya terungkap. Korban tewas dibunuh oleh seorang Pria Nan mengaku nekat menghabisinya dikarenakan mengalami risih dan sakit jiwa setelah berulang kali digerayangi ketika keduanya berboncengan sepeda motor.
Petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Probolinggo Kota tercapai membongkar misteri penemuan jenazah tersebut setelah mengerjakan penyelidikan selama 10 masa. Polisi menetapkan korban sebagai SA (36), Penduduk Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, serta menangkap pelaku berinisial AN (32), Penduduk Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri berbisik, peristiwa bermula pada Jumat, 3 Juli 2026 Lampau, Sekeliling pukul 13.00 WIB. Ketika itu korban menghubungi tersangka hasilkan diajak Berjumpa di Terminal Bayuangga. Setelah Berjumpa, keduanya mengerjakan perjalanan ke Griya tersangka di Desa Jangur berbarengan extra masa lalu berkeliling memanfaatkan sepeda motor milik korban hingga sunyi masa.
Selama perjalanan, korban disinyalir pas melimpah orang kali menggerayangi tubuh tersangka. Seperti memeluk, meraba, hingga mencium leher dari belakang ketika sepeda motor sedang melaju.
“Perbuatan korban itu Membikin tersangka mengalami risih sekaligus sakit jiwa hingga pada akhirnya tampak niat hasilkan menghabisi nyawa korban,” ujar AKBP Rico melalui keterangan pers, Sabtu, 18 Juli 2026.
Sekeliling pukul 00.00 WIB, keduanya Lampau berhenti di kawasan Pantai Permata, Letak Nan selama ini kerap digunakan hasilkan mengerjakan siaran langsung atau live TikTok oleh keduanya.
Di Letak tersebut, tersangka timbul niat hasilkan menghabisi nyawa korban memanfaatkan palu Nan diambil dari bagasi sepeda motor korban. Pelaku seketika Lampau memukul kepala korban berulang kali hingga terjatuh. Setelah itu, tersangka mencekik leher korban Tiba Tak berdaya.
Tak berhenti di situ, tersangka memungut cutter dari bagian dalam tas korban Lampau menyayat bagian bibir dan leher korban.
Menurut pengakuan tersangka, tindakan tersebut dijalankan hasilkan mengaburkan motif pencurian agar pembunuhan seolah-olah dipicu dendam atau kemarahan.
Setelah menjamin korban meninggal Bumi, tersangka menyeret jasad korban Sekeliling 50 meter ke area ladang Nan kemudian berperan Letak penemuan mayat. Tersangka kemudian membawa lari sepeda motor beserta tas korban Nan berisi dompet dan telepon pegang.
Halaman lalu
ketika kabur, Sepeda motor korban sempat diparkir di Griya Sakit Wonolangan selama Sekeliling tiga masa sebelum pada akhirnya dijual melalui marketplace Facebook kepada seorang pembeli di area Klakah, Kabupaten Lumajang, seharga Rp4 juta.