Nganjuk –
Gatot Tri Wahyu Widodo (53), cowok Nan jenazahnya terkubur di pekarangan rumahnya di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, ternyata dibunuh oleh orang tidak terpencil. Pelakunya diperkirakan anak angkatnya, seorang Wanita berinisial DM (20) Seiring Pria Nan merupakan pacarnya.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca melindungi bahwa ketika ini kedua terduga pelaku telah ditahan di Sidoarjo susut dari 10 jam setelah pihaknya meraih laporan terkait dugaan pembunuhan Gatot.
“Iya (anak angkat korban). dikendalikan di Sidoarjo,” tanggapi Sukaca dikonfirmasi detikJatim, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian belum membeberkan identitas terduga pelaku pembunuhan ini, namun berdasarkan informasi Nan telah dihimpun detikJatim anak angkat korban merupakan seorang Wanita berinisial DM (20).
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan Nan menyingkap bahwa anak angkat korban itu diperkirakan mengajak pacarnya hasilkan mengagendakan pembunuhan terhadap Gatot. Motifnya dikarenakan sakit batin sang Bapak kerap Beraksi pastikan ke pelaku.
“Motifnya sakit batin. Korban agak pastikan ke pelaku. berikut pelaku ngajak pacarnya,” bongkar Suria dikonfirmasi detikJatim, Kamis (16/7/2026).
ketika ini kedua pelaku telah diajak ke Mapolres Nganjuk hasilkan ditelusuri extra berikut oleh para penyidik. Pemeriksaan itu dijalankan hasilkan mendapatkan kronologi dan motif pembunuhan.
lebih masa lalu, korban Gatot terungkap tewas terkubur di pekarangan rumahnya pada Rabu (15/7) Sekeliling pukul 12.30 WIB. Jenazah itu setelah Penduduk melaksanakan pencarian lantaran korban Tak kunjung terungkap, usai diberitakan Lenyap sejak Senin (13/7/2026).
Ketika melaksanakan pencarian, Penduduk curiga mendapati gundukan berbarengan tanah terlihat mutakhir dan tidak ada daun pisang garing hingga genteng. menyaksikan itu, mereka melapor ke perangkat desa dan polisi.
Tim Inafis Polres Nganjuk Nan diterjunkan ke TKP melaksanakan pembongkaran mendapati jasad korban. Jenazah kemudian diajak ke Griya Sakit Bhayangkara hasilkan diautopsi.
Korban sehari-saat terungkap Hayati di Griya tersebut Seiring Suprihatin (50), istrinya dan anak Wanita berinisial DM (20). Namun ketika penemuan mayat korban, DM Tak berada di Griya dan menghilang.
(hil/dpe)