Probolinggo –
Tabir misteri di kembali penemuan jasad Samsul Arifin (36), mayat Pria sweater merah Nan tergeletak di lahan Hampa kawasan wisata Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo tersingkap. Polres Probolinggo Kota tercapai meringkus pelaku pembunuhan keji tersebut Nan ternyata merupakan rekan tidak berjarak korban.
Pelaku terungkap bernama Arik Nurcahya (32), seorang mekanik Usul Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Penangkapan Pria itu pada Selasa (14/7) menyuguhkan data mengejutkan mengenai motif berdarah Nan dipicu tindakan nekat korban sesaat sebelum ajal menjemputnya.
Interaksi kedekatan antara korban dan pelaku sebenarnya telah terjalin pelan. Keduanya bahkan kerap menghabiskan Masa Seiring, termasuk mengerjakan siaran langsung atau live di platform media sosial TikTok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedekatan itu pula Nan Membikin mereka sepakat Berjumpa di Terminal Bayuangga sebelum ujungnya berboncengan keliling kota memanfaatkan sepeda motor milik Samsul. Namun, keakraban itu berubah petaka ketika motor sedang melaju.
Dipeluk dan Diraba ketika Berboncengan Motor
Arik mendadak tumbuh pitam setelah mendapatkan perlakuan Tak senonoh secara bertubi-tubi dari korban Nan nongkrong di jok belakang sepanjang perjalanan menuju Letak maksud mereka di Pantai Permata.
“Di perjalanan, tersangka Nan mengemudikan sepeda motor dipeluk, diraba, dan dicium lehernya oleh korban. Sekeliling pukul 00.00 WIB mereka tiba di kawasan Pantai Permata Nan Normal digunakan ciptakan siaran langsung di TikTok,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri ketika konferensi pers, Jumat (17/7/2026).
Selera sakit jiwa dan emosi Nan memuncak Membikin Arik redup mata ketika tiba di lahan Hampa Pantai Permata. Pertengkaran hebat pun pecah. Arik langsung memasuki jok motor dan memungut palu ciptakan menghantam kepala korban hingga terkapar, Lampau mencekiknya demi melindungi Samsul Tak lagi bernyawa.
Tak berhenti di situ, Arik merangkai siasat licik agar dirinya Tak terendus oleh pihak kepolisian. Ia memanfaatkan cutter ciptakan menyayat Paras, bibir, dan leher korban berdua sengaja, demi memanipulasi motif kejahatannya di mata penyidik.
“Korban dan pelaku sebelum itu telah saling mengenal dan sepakat Berjumpa di Terminal Bayuangga pada Jumat (3/7). Setelah itu, keduanya sempat mampir ke Griya pelaku sebelum berkeliling di Kota Probolinggo,” ujar AKBP Rico Yumasri mengimbuhkan.
Jasad Samsul diseret sejauh 50 meter ke inti lahan Hampa demi menyembunyikannya dari pandangan Penduduk Sekeliling, sebelum ujungnya terungkap bagian dalam kondisi mengenaskan pada Sabtu (4/7/2026).
Motor Korban Dijual ciptakan Beli Alat Pancing
Setelah melindungi korban tewas dan jejaknya disamarkan, Arik membawa kabur seluruh harta Barang milik temannya tersebut. Tas dan telepon raih milik korban langsung dibuang ke sungai ciptakan memutus pelacakan digital, Fana sepeda motor Honda Beat milik korban bernasib lain.
Kendaraan tersebut dijual oleh pelaku melalui grup jual-beli Facebook kepada seorang penadah di wilayah Klakah, Lumajang, seharga Rp4 juta. Tragisnya, Duit output perampasan nyawa tersebut Malah digunakan pelaku ciptakan memuaskan hobinya. Duit tersebut habis dibelanjakan ciptakan mendapatkan perlengkapan memancing.
saat ini, pelarian Arik telah kandas. Polisi tercapai menyita sejumlah barang data berupa busana, sarung batik, serta cutter Nan digunakan di Loka peristiwa perkara. Atas tindakan sadisnya, tersangka dijerat Pasal 458 Bagian (1) KUHP Tahun 2023 terkait Pembunuhan berdua ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(abq/dpe)