Terkuak motif sakit batin pembunuh Nyoman Cita, berawal sindiran di media sosial, sempat bersih-bersih bareng di sungai
TRIBUNSTYLE.COM, KLUNGKUNG – Kasus tewasnya Nyoman Cita Nan menggegerkan Penduduk Klungkung, Bali, ujungnya menemui titik cerah. Setelah melaksanakan penyelidikan intensif selama dua pekan, polisi tercapai menangkap Pria Nan diperkirakan sebagai pelaku pembunuhan sadis tersebut.
Korban lebih sebelumnya terungkap bagian dalam kondisi Tak bernyawa di aliran Sungai Bubuh, tepatnya di selatan Jembatan Bypass Ida berkualitas Mantra, perbatasan Desa Takmung dan Desa Negari, Kabupaten Klungkung, pada Kamis (2/7/2026) pagi. Penemuan jasad korban sempat mengundang perhatian masyarakat dikarenakan terungkap di Letak Nan lumayan terpencil.
Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo, menuturkan bahwa pihaknya telah menjaga seorang Pria berinisial ANPP (30) Nan diperkirakan kokoh sebagai pelaku pembunuhan.
“Kami tercapai menjaga terduga pelaku tindak pembunuhan berdua inisial ANPP (30),” ujar AKP Reno Chandra Wibowo, Jumat (17/7/2026).
Pelaku diamankan ketika bersembunyi di sebuah Griya kos di kawasan lorong Mahendradata Selatan, Denpasar, Sekeliling pukul 02.00 Wita mula saat pada 16 Juli 2026.
Dari keluaran pemeriksaan Fana, polisi membongkar tindakan pembunuhan dijalankan berdua tapak Nan sangat brutal. Korban ditusuk sebanyak empat kali memanfaatkan senjata tajam.
“Terkena di perut Esa kali, belakang tubuh dua kali dan di pinggang bagian kanan Esa kali,” Jernih Reno.
mengalami Dihina dan Direndahkan Korban
data lain Nan mengejutkan, motif pembunuhan diperkirakan dipicu oleh Selera sakit batin. Pelaku dikatakan tersinggung berdua unggahan atau perkataan korban di media sosial Nan dianggap menghina dan merendahkan dirinya.
Usai menangkap pelaku, penyidik saat ini bersiap menggelar perkara sekaligus menguji barang data berupa senjata tajam Nan diperkirakan digunakan ciptakan menghabisi nyawa korban. Pisau tersebut akan ditelusuri kelebihan terus di Laboratorium Forensik Polda Bali ciptakan menjaga kecocokannya berdua luka Nan terungkap pada tubuh korban.
bagian dalam alur penyelidikan, polisi kelebihan sebelumnya menemukan sejumlah barang data Krusial di Letak peristiwa.
Di antaranya telepon raih milik korban dan sepasang sandal. ketika penyisiran di Sekeliling TKP dikembangkan, petugas kembali menemukan Esa sandal milik korban, sempak Nan diperkirakan milik korban, serta Lancingan Nan diperkirakan dikenakan pelaku ketika beraksi.
Penyelidikan juga membongkar data mengejutkan lainnya. ternyata pelaku Tetap berasal dari desa Nan Baju berdua korban. Keduanya terungkap berada di kawasan sungai sebelum peristiwa berdarah itu terwujud.
“Pembunuhan terwujud di sungai Pas di bawah sepeda motor korban terungkap,” tingkat Reno.
Tak hanya menghapuskan nyawa korban, pelaku juga diperkirakan membawa kabur kalung emas milik Nyoman Cita. Perhiasan tersebut kemudian dijual berdua biaya Sekeliling Rp50 juta.
Duit keluaran penjualan kalung emas itu diperkirakan dipakai pelaku ciptakan mendapatkan sejumlah barang mewah, mulai dari kalung, Arloji, hingga cincin.
saat ini, polisi Tetap terus melengkapi berkas penyidikan serta mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain bagian dalam kasus tersebut sebelum perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Diolah dari artikel Tribun Bali