Ngawur Keluarga Man Colik Syok, Pelaku Pembunuhan ternyata Tetap Esa Banjar



Klungkung

Keluarga I Nyoman Cita (50) alias Man Colik dibuat kaget setelah polisi membongkar pelaku pembunuhan korban. Mereka tak menyangka pelaku, Agus Novit Pramana Putra alias Petong (30), ternyata Tetap Esa banjar berdua korban.

“Kami Tak menduga kalau pelakunya Ialah orang Nan Tetap Esa banjar berdua korban. Kami Tak meraih ngomong apa-apa lagi,” ungkapan adik korban, Ketut Buda Ana, Jumat (17/7/2026).

Ana mengaku keluarganya Tak mengetahui korban dan pelaku saling mengenal. Ia juga Tak mengetahui keseharian Petong dikarenakan Nan bersangkutan tinggal di Denpasar.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya Tak begitu mengetahui Mobilitas-gerik dari pelaku. Tak tahu juga dikarenakan Beliau tinggal di Denpasar. Kalau orangnya tahu, dikarenakan kita Esa banjar,” jelasnya.

Terungkapnya pelaku Membikin keluarga korban terbatas lega. Buda Ana semoga pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya.

Keluarga juga mulai menyiapkan prosesi ngaben ciptakan Man Colik Nan diagendakan terjadi pada 24 Juli 2026.

“ciptakan program pengabenan tanggal 24. ketika ini telah mulai persiapan seperti Membikin sesajen,” pungkasnya.

Motif Pembunuhan

lebih masa lalu, polisi menangkap Agus Novit Pramana Putra alias Petong (30) di sebuah Griya kos di lorong Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (17/7) mula masa, Sekeliling pukul 02.00 Wita.

“Pelaku tercapai kami amankan di sebuah kos-kosan di lorong Mahendradata Selatan, Kecamatan Denpasar Barat, pada Jumat pukul 02.00 mula masa tadi,” ungkapan Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo.

Reno menuturkan Petong nekat membunuh Man Colik dikarenakan sakit batin terhadap unggahan korban di media sosial. Pelaku mengalami harkat dan martabatnya direndahkan oleh korban.

“ciptakan motifnya dikarenakan pelaku sakit batin terhadap perkataan dari korban di media sosial Nan menyinggung dan merendahkan harkat dan martabat pelaku,” papar Reno.

ketika beraksi, Petong menusuk Man Colik sebanyak empat kali, Merupakan Esa tusukan di perut, dua tusukan di punggung, dan Esa tusukan di pinggang kanan.

Man Colik lebih masa lalu terdeteksi tewas mengapung di aliran Tukad Bubuh pada Kamis (2/7) pagi. Sebelum terdeteksi, korban sempat diberitakan Lenyap setelah pamit bersih-bersih ke sungai pada Rabu (1/7) sunyi.

Jasad korban terdeteksi bagian dalam wilayah telungkup di sebelah selatan jembatan Bypass tidak berjarak Kantor KPU Klungkung Sekeliling pukul 07.30 Wita. Polisi menemukan sejumlah luka robek di tubuh korban Nan mengarah pada dugaan tindak kekerasan.

(dpw/dpw)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *