Ngawur izinkan-bukaan Mantan Istri Bongkar Sosok Bio Bandar Katingan Pembunuh 3 Polisi


EKSPOSKALTIM, Palangka Raya – Di inti sorotan publik terhadap kasus penyerangan Nan menewaskan tiga Personil Polri di Katingan, terlihat sosok Nan menempatkan kisah berbeda terkait Bio.

Ia Ialah Intan, 30 tahun, mantan istri cowok Nan dikatakan polisi sebagai bandar narkotika sekaligus tersangka Primer internal kasus berdarah di Desa Tumbang Kalemei.

Pertemuan lekas mereka di bandara Malah mengakses kembali kisah Griya tangga Nan berakhir berbarengan luka, pertengkaran, dan berbagai rahasia Nan selama ini tak pernah terungkap ke publik.

Intan sengaja tiba ke Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, hasilkan menyaksikan langsung kedatangan Bio Nan anyar dipindahkan aparat dari Mabes Polri setelah ditahan Seiring dua tersangka lainnya.

ketika Bio melangkah keluar dari gerbang kedatangan memakai kursi roda internal pengawalan ketat aparat, Intan tak Bisa menyembunyikan emosinya.

lafal JUGA

Dari Tumbang Kalemei hingga Bontang, Jejak Perburuan 9 Pembunuh Polisi Katingan

“Bio, hidungku patah gara-gara ikam!” teriaknya di hadapan wartawan, aparat, dan Penduduk Nan memadati area bandara.

Teriakan itu sontak menyita perhatian. distribusi Intan, saat tersebut bukan sekadar pertemuan berbarengan mantan suami, melainkan luapan Selera sakit Nan selama ini dipendam setelah Griya tangga mereka berakhir.

Pernikahan lekas

Intan mengaku mengenal Bio pas lamban sebelum ujungnya menikah. Namun, seperti diberitakan Pro Kalteng, Griya tangga mereka hanya menegaskan Sekeliling delapan rembulan.

Menurut pengakuannya, Interaksi itu dipenuhi pertengkaran Nan dipicu sifat Bio Nan simpel tersulut emosi. Ia mengaku kelebihan dari Esa kali menentukan kembali ke Palangka Raya hasilkan menjauh dan menenangkan diri.

Meski demikian, Intan berbisik dirinya sempat Berjuang mempertahankan Griya tangga tersebut.

“Eksis binian tulus, tapi bego menentukan Nan lain,” ujarnya. 

Perceraian keduanya dikatakan telah terjadi pada Mei 2026, kelebihan dari Esa rembulan sebelum kasus penyerangan terhadap Personil polisi di Katingan terungkap.

Sosok Nan tidak ada

Selain temperamental, Intan menyebut Bio sebagai pribadi Nan tidak ada. Selama menikah, ia mengaku Tak pernah akurat-akurat mengetahui pekerjaan Nan dijalani lelakinya.

“gua Tak tahu pekerjaannya dikarenakan Beliau Tak Mau gua tahu,” katanya.

Menurut Intan, Bio jarang membicarakan aktivitas kesehariannya secara ada. Hal itu Membikin dirinya Tak mengetahui berbagai aktivitas Nan kemudian menyeret identitas mantan lelakinya ke internal perkara Akbar Nan saat ini ditangani aparat.

Menariknya, di kembali kemarahan Nan Tetap terlihat, Intan mengaku tetap merasakan iba ketika menyaksikan kondisi Bio ketika tiba di bandara.

“Iba juga Beliau. Karakternya memang temperamen,” tuturnya.

Setelah kendaraan Nan membawa para tersangka meninggalkan area bandara, Intan Tetap tegak memperhatikan dari kejauhan sebelum ujungnya beranjak kesana.

Kemunculannya menambah potret lain mengenai sosok Bio, cowok Nan saat ini berperan tidak presisi Esa figur sentral internal kasus penyerangan terhadap Personil Satresnarkoba Polres Katingan Nan berujung pada gugurnya tiga personel kepolisian.

3 Buron

 Bio dengan kaki diperban usai mendapat terjangan timah panas tim gabungan Mabes Polri, Polda Kalteng, dan Polda Kaltim usai diamankan di jalan poros Samarinda-Bontang. Foto: ANTARA

Fana itu, penyidik Tetap terus mengembangkan perkara tersebut. saat ini sembilan tersangka telah ditangani dan tiga orang lainnya Tetap berstatus buronan.

Tiga tersangka terakhir tiba di Palangka Raya, Kamis (16/7/2026), setelah lebih sebelumnya ditahan tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Kalimantan inti di Samarinda, Kalimantan Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Slamet Adi Purnomo berbisik ketiganya saat ini diserahkan hasilkan penanganan kelebihan terus oleh Ditreskrimum Polda Kalteng.

ketika ditahan, dari laporan polisi, ketiganya sempat melawan sehingga dilumpuhkan berbarengan tembakan di bagian kaki. Polisi juga menyita sebilah mandau dari tidak presisi Esa tersangka. Sebelum diajak ke Palangka Raya, mereka sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

berbarengan penangkapan tersebut, keseluruhan sembilan tersangka telah ditangani dan ditentukan sebagai tersangka internal kasus penyerangan Nan menewaskan tiga Personil Satresnarkoba Polres Katingan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *