Ngawur Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO


SURABAYA. KOMPAS.com – cowok berinisial E diperkirakan berperan pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil bangsa (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, saat ini, pelaku belum juga tertangkap.

RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan warga dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan teridentifikasi terdeteksi meninggal Bumi internal mobil Innova berdua nopol M 1090 GP pelat merah Nan terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kuasa aturan korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS berperan korban love scam Nan mengincar korban sejak lamban.

Tak hanya itu, Beliau juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa Interaksi korban dan pelaku Merupakan “Kopi Darat”.

“Enggak (love scaming) Normal kopi darat,” ungkapan Jumhur, Jumat (17/7/2026).

lafal juga: Polda Jatim Kejar Pembunuh ASN Bangkalan ke 5 area di bagian luar Jatim

Kopi Darat atau disingkat kopdar Ialah sebuah istilah Nan mengarah kepada ajang pertemuan kali pertama antar sesama pengguna Nan umumnya telah saling mengenal lewat sarana telekomunikasi.

Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di keliru instansi berdua akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku Tak Mempunyai pekerjaan.

“Enggak, orang Biasa, Beliau pengangguran kerjanya nipu-nipu pas melimpah korban,” ungkapnya.

Namun, keadaan E juga belum dimasukkan ke internal registrasi Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi Tetap mengerjakan pemeriksaan extra internal berdua menginginkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Belum lah (keadaan DPO), Tetap kita harus amankan masa lalu kelak kita kroscek berdua saksi-saksi lain,” pungkasnya.

lafal juga: Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Tetap Buron, Polisi Sisir 5 area di bagian luar Jatim

RYS diperkirakan Meninggal dikarenakan Asfiksia

Jenazah RYS mulanya terdeteksi oleh seorang driver taxi digital di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS diangkut ke RS Bhayangkara Porong hasilkan dijalankan otopsi.

Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diperkirakan meninggal dua hingga tiga masa sebelum terdeteksi

Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda Nan mengarah pada penyebab Mortalitas dikarenakan asfiksia atau Wafat lemas. Hal itu juga diperkuat berdua tanda-tanda pembusukan Nan pas Jernih.

RYS diperkirakan Korban Pembunuhan

Pada tahapan penyelidikan, RYS diperkirakan berperan korban pembunuhan Nan mengarah pada Esa cowok berkaca mata berinisial E. dikarenakan, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di internal mobil tersebut.

Beredar pula video berdurasi 33 irama ketika RYS Seiring E sempat menghabiskan Masa Seiring di Alun-alun Kota Batu.

lafal juga: Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung ditahan, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk mutakhir

Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual cowok berinisial E di Alun-alun Kota Batu berdua rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

internal rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang cowok bermasker dan berkacamata berdua baju Nan Ekuivalen berdua cowok internal video di Kota Batu.

ketika itu, letak jok Ambang sisi kiri direbahkan Nan diperkirakan hasilkan menyembunyikan jenazah korban Nan kakinya internal kondisi menekuk.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *