Banyumas –
Rekonstruksi pembunuhan bos bengkel, Eddy Yono Subagyo (67) alias Bagyo di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, diwarnai isak isak dari pihak keluarga. Anak korban tampak histeris hingga Anjlok pingsan.
Pantauan detikJateng di Letak, ketika menyaksikan rekonstruksi pembunuhan Nan didalangi oleh Bunda kandungnya Ifaryanti alias IF (61), si anak seketika histeris. Ia berteriak ke arah kerumunan Penduduk Nan turut menyaksikan reka ulang tersebut.
Sejumlah Personil polisi Nan berjaga dan keluarganya Lampau Berjuang menenangkannya. Tak pelan kemudian, Wanita itu Anjlok pingsan. Keluarga di sekelilingnya kemudian mengolesinya berdua minyak hembusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adik kandung korban, Estiningsih, menyetujui bahwa Nan pingsan Ialah anak korban dan tersangka. Menurut Beliau keponakannya telah berkeluarga dan tinggal di Nusa Kalimantan.
“Mereka (korban dan tersangka) hanya tinggal berdua, anaknya tinggal di Kalimantan (telah berkeluarga). Nah Beliau itu anak Esa-satunya,” ucapan adik kandung korban, Esti, kepada wartawan di Letak, Kamis (16/7/2026).
“(Anaknya) mutakhir balik belum pelan ini, setelah dikabari,” sambungnya.
Diberitakan lebih sebelumnya, tahapan reka ulang adegan ini menyedot atensi Penduduk Sekeliling.
Pantauan detikJateng, rombongan polisi terlihat mengawal empat tersangka termasuk Ifaryanti alias IF (61) istri korban dan tiga eksekutor AR (50) serta rekannya JR (43) dan RS (29). Mereka tiba di Letak Sekeliling pukul 13.10 WIB.
ketika menjalani tahapan reka ulang, para tersangka tampak koperatif. Ifaryanti nampak sering menunduk dan mengejar instruksi dari petugas kepolisian.
ketika mengerjakan reka ulang di halaman, sejumlah Penduduk nampak riuh menyoraki para tersangka. extra dari Esa cibiran terlontar dari bibir Penduduk Nan menyaksikan rekonstruksi ini.
“Hooo gobl*g, pateni bae kuwe (bunuh saja itu),” sorakan Penduduk Nan geram berulang kali terdengar ke arah tersangka, Kamis (16/7/2026).
tidak presisi Esa tetangga korban, Yuti mengaku sengaja terlihat ke Letak dikarenakan penasaran Mau menyaksikan Paras Yanti. Ia mengalami heran Yanti meraih sebagai otak internal pembunuhan lelakinya.
“Ke sini dikarenakan penasaran kepengin lihat muka Yanti. Jahat temen meraih berbuat kaya gitu. Harapannya ya dihukum Nan setimpal biar kapok. Mbunuh orang ya hukumane Wafat,” terangnya.
Hal senada juga dikatakan Narsiyah. Tetangga sebelah selatan Griya tersangka ini juga semoga agar Yanti dihukum berat banget. Ia bahkan semoga Yanti Tak kembali ke rumahnya.
“Saya Tak menyangka meraih Tiba tega seperti itu. Ya harapannya sih meraih dihukum Nan setimpal ya. Saya sebagai tetangganya Tak mau kalau Tiba Yanti kembali lagi ke sini,” bongkar Narsiyah.
Diberitakan lebih sebelumnya, Eddy Yono Subagyo (67) alias Bagyo dibunuh di rumahnya di Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas pada Sabtu (27/6).
Usai dijalankan penyelidikan polisi kemudian memutuskan istri korban, Ifaryanti atau IF sebagai tersangka Primer kasus ini. Ia membunuh lelakinya Seiring pacar gelapnya berinisial AR dan kedua rekannya JR dan RS.
Kasus ini bermula dari Interaksi antara tersangka IF berdua AR Nan berkenalan melalui media sosial TikTok sejak Agustus 2025. Keduanya kemudian menjalin Interaksi hingga pada akhirnya menyusun pembunuhan korban.
“Motifnya Ialah kombinasi antara ekonomi dan Interaksi romansa. Tersangka Primer menjanjikan upah sebesar Rp 250 juta kepada pelaku lain hasilkan menjalankan langkah tersebut,” ucapan Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, Rabu (1/7).
(dil/alg)