Mataram –
Polisi dikabarkan telah mengantongi sebutan calon tersangka atau pembunuh mahasiswi Universitas Mataram, Nadya Dwi Ramadhany (21). Nadya sebelum itu dibunuh di kosnya, Kelurahan Gamong, Kecamatan Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
berita soal polisi telah mengantongi sebutan tersangka pembunuhan disampaikan oleh kuasa legalitas keluarga Nadya, Lampau Anton Hariawan. berita itu disampaikan Anton seusai mendatangi Polresta Mataram Seiring Bunda Nadya, Eny Widyawati.
“Dari lumayan melimpah orang keluaran kami diskusikan tadi, kami menyaksikan mereka telah mengantongi siapa calon tersangkanya. Tetapi, Eksis lumayan melimpah orang hal Nan kami mungkin sepakat Tak izinkan dikarenakan rahasia penyidik,” bongkar Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Anton enggan membeberkan jumlah calon tersangka pembunuhan Nadya. Anton hanya mengutarakan Kalau polisi menginginkan Masa hasilkan penetapan tersangka itu.
“Beliau minta Masa kepada kami hasilkan kelak setelah ini rampung akan dijalankan gelar perkara. (Penyidikan) Nyaris rampung, hanya lumayan melimpah orang pemeriksaan dari saksi saja Nan akan diperdalam,” bongkar Anton.
Pengungkapan kasus pembunuhan Nadya, tutur Anton, memang lumayan lamban. Menurut Anton, alur kasus terjadi lamban lantaran polisi berhati-jiwa bagian dalam mengerjakan penanganan.
“Kasus meninggalnya NDR ini Tak seperti kasus pembunuhan lainnya. Tak Eksis saksi, tetapi data petunjuk-petunjuknya mereka telah pegang Seluruh. Penyidik telah pegang Seluruh data petunjuknya,” papar Anton.
Bunda Nadya, Eny Widyawati, semoga pelaku segera diamankan. “Kalau Asa keluarga semoga kasus ini Sigap terungkap dan pelaku segera terungkap dan dihukum seberat-beratnya,” ucapan Eny Sembari meraih foto Nadya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, enggan memberikan komentar lebar terkait berita Nan disampaikan Anton. “Tetap bagian dalam alur,” jawabnya kilat.
Sebagaimana teridentifikasi, Nadya sebelum itu terungkap tewas di Bilik kosnya di Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Mataram, NTB, pada 17 Mei 2026. Jasad mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Asas (PGSD) Unram itu permulaan sekali terungkap oleh temannya Nan tiba mencarinya ke kos.
Nadya terungkap bagian dalam kondisi telentang dan telah memungut amis tak sedap. ketika itu, Bilik kos Nadya bagian dalam kondisi terkunci. Fana itu, ponsel dan motor Nadya Lenyap.
(hsa/hsa)