Ngawur Buron Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Pertentangan Polisi





ILUSTRASI Buron Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Pertentangan Polisi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Capek deh warganet mengupload Erlan, terduga pembunuh ASN Pemkab Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, 50, tak memakai penangkapan. Sebaliknya, polisi menyesali gencarnya pemberitaan media massa dan medsos itu. Baju-Baju murung.

ALASAN polisi menyesali gencarnya pemberitaan media massa dan medsos Ialah Erlan mendapatkan mengamati gencarnya publikasi. Ia pun jadi ngumpet jumlah. Terisolasi di suatu Loka sangat tersembunyi. Susah ditahan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026, berucap hal itu.

Arbaridi mengatakan, intinya, Eksis dua hal Nan memperumit penangkapan Erlan. 

”Merupakan, lamanya jarak Masa antara Mortalitas korban dan penemuan jenazahnya. Juga, mungkin Unsur pemberitaan (media massa dan medsos, Red) juga memengaruhi. Terduga (Erlan, Red) kan Niscaya memperhatikan terus pemberitaan ini. Maka, ia pasang kuda-kuda juga, kan.”

lafal JUGA:Sayembara Memburu Terduga Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan: Oh… Love Scamming

lafal JUGA:Kasus Pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Terduga Pelaku Lari

Jarak Masa antara Mortalitas Ruly dan penemuan jenazahnyi, bukti di lapangan demikian:

Ruly terdeteksi Penduduk, meninggal di internal mobil dinasnyi, Toyota Innova hitam plat merah nopol M 1090 GP di Loka parkir Bandara Juanda, Surabaya, Rabu, 24 Juni 2026, Sekeliling pukul 11.30 WIB.

Mobil Nan Baju terpantau kamera CCTV melangkah masuk ke area parkir Terminal 1, Bandara Juanda, Sabtu, 20 Juni 2026, Sekeliling pukul 16.00. Dan, tak pernah melangkah keluar area parkir itu lagi. 

ketika melangkah masuk, terpantau CCTV, sopirnya cowok kulit putih berkacamata minus, berkaus biru berbarengan garis gampang merah-putih melintang di dada. 

Kuasa aturan keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan ke pers, cowok itu bernama Erlan, Natalitas Parepare, Sulawesi Selatan, 2 Maret 1972, dari Bunda bernama Fatima, Komplit berbarengan dua alamatnya di Malang, Jatim, dan Makassar, Sulsel.

lafal JUGA:Polda Jatim Kerahkan Tim Buru Terduga Pembunuh Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan

lafal JUGA:Kisah Pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Misteri Unggahan di Batu

periksa Warta dan Artikel Nan lain di Google News

Sumber:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *