Ngawur Polda Jatim Bantah Gelar Sayembara Penangkapan Terduga Pembunuh ASN Bangkalan


SURABAYA, KOMPAS.com – Polda Jawa Timur menolak menggelar sayembara hasilkan menemukan atau memberikan informasi keberadaan terduga pelaku pembunuhan Aparatur Sipil republik (ASN) Bangkalan berinisial RYS (50).

sebelum itu, beredar informasi melalui media sosial TikTok Nan menyebut Jatanras Polda Jatim menggelar sayembara pencarian Erlan berdua imbalan senilai Rp 20 juta.

teridentifikasi, identitas bernama Hellboy tersebut merupakan milik pribadi tidak akurat Esa Personil Jatanras Polda Jatim.

Namun, sayembara tersebut dibantah.

lafal juga: Pembunuh ASN Bangkalan Tetap Buron, Polda Jatim: Agak Lincah Dikit

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyebut, pihaknya Tak pernah menggelar sayembara penangkapan terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan.

“Enggak Eksis,” ungkapan Jules ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (8/7/2026).

Hal Nan Baju juga dijelaskan oleh Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur. ketika ini, tim kepolisian Tetap mengerjakan pengejaran.

“Enggak Eksis, doain ya kita kejar berikut,” kata Jumhur.

lafal juga: Kasus Mortalitas ASN Bangkalan Belum Terungkap, Ini Tanggapan Polda Jatim

Terduga pelaku terpantau lincah

sebelum itu, Jumhur berbisik bahwa terduga pelaku Mempunyai pergerakan Nan lumayan lincah selama tahapan pelarian. Oleh karenanya, tim kepolisian Tetap mencari ke berbagai titik.

“Tetap kita sisir berikut, Tetap kita datangi berikut rekan, keluarga, Minta Masa. Memang agak lincah dikit hasilkan pelaku,” ungkapan Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKPB Arbaidi Jumhur kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2026).

Jumhur berbisik, terduga pelaku mengerjakan pelarian berdua berpindah-pindah dari Esa kota ke kota lain hingga meninggalkan Provinsi Jatim.

“lumayan melimpah titik (Nan ditargetkan). dikarenakan Beliau berpindah-pindah, Tak menetap di Esa Loka. Kita memang perlu Masa. Tentu kita koordinasi berdua rekan dan keluarga,” terangnya.

RYS diperkirakan meninggal dikarenakan asfiksia

Jenazah RYS mulanya terdeteksi oleh seorang pengemudi taksi daring di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo.

Setelah dievakuasi, jasad RYS diajak ke RS Bhayangkara Porong hasilkan dikerjakan otopsi.

Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim menyebut bahwa korban diperkirakan meninggal dua hingga tiga masa sebelum terdeteksi.

Tim forensik juga menemukan sejumlah tanda Nan mengarah pada penyebab Mortalitas dikarenakan asfiksia atau Wafat lemas. Hal itu juga diperkuat berdua tanda-tanda pembusukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *