Ngawur Buron ke bagian luar Kota, Terduga Pembunuh ASN Bangkalan di Juanda disinyalir Pemeran Love Scamming


SIDOARJO, KOMPAS.com – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) saat ini inti memburu sosok cowok berinisial E alias Erlan (54), terduga pelaku Primer bagian dalam kasus dugaan pembunuhan Ruly Yunis Setiawati (50). Korban merupakan Aparatur Sipil republik (ASN) Nan menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan warga dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan.

Jasad Ruly sebelum itu terungkap telah membusuk di bagian dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah berdua nomor polisi M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Domestik Bandara semesta Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026).

Hingga Rabu (8/7/2026), kasus Mortalitas tragis ini telah memasuki masa ke-14 dan pelaku Tetap bagian dalam pengejaran intensif oleh kepolisian se-Jatim.

lafal juga: disinyalir Tewas ketika Berkendara, Jenazah Pekerja Migran Usul Bangkalan Dipulangkan dari Malaysia

disinyalir Tetap Bersembunyi di Nusa Jawa

Pihak kepolisian meyakini bahwa terduga pelaku ketika ini Tetap berada di bagian dalam pelarian di wilayah Nusa Jawa. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda, cowok tersebut melarikan diri memakai jalur darat setelah meninggalkan mobil dinas berisi jasad korban.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menegaskan bahwa pelaku memanfaatkan Jarak Masa Nan pas lamban antara Masa Mortalitas korban hingga penemuan jasad ciptakan Beralih berjarak.

“Enggak melonjak pesawat, Beliau lewat darat ketika itu. Kami Tetap tinjau juga ke Griya-Griya saudaranya. Iya Tetap di Nusa Jawa,” ujar Jumhur ketika dihubungi, Selasa (7/7/2026).

Jumhur mengimbuhkan, Masa Masa pelarian sebagai tantangan tersendiri distribusi petugas di lapangan lantaran letak terduga pelaku terus Beralih Bergerak.

“Iya kita mendapatkan juga sih itu CCTV disinyalir pelaku Nan sekarang ini dikarenakan Beliau telah berjarak (lokasinya) extra dari Esa masa,” ucapan Jumhur.

lafal juga: Nyaris 3 Pekan, Pembunuh ASN Bangkalan sampai saat ini Belum Tertangkap

Rekam Jejak Pelaku, Modus Penipuan dan Dua Kartu Keluarga

Penyelidikan kepolisian menyingkap bahwa Erlan Mempunyai rekam jejak kriminal Nan tidak memikat dan disinyalir sebagai Pemeran lamban bagian dalam kasus penipuan. Modus operandi Nan Normal ia gunakan Ialah berpura-pura membutuhkan pekerjaan ciptakan memelas belas Iba, sebelum pada akhirnya menggasak barang berharga milik korban.

Menurut Jumhur, perubahan perangai Erlan sebagai negatif dan kerap menipu ini terwujud secara drastis setelah ia bercerai berdua mantan istrinya Nan merupakan Penduduk Kota Malang.

“Memang Eksis pas melimpah orang orang Nan tiba ke kami (sebagai korban). Eksis Nan bilang; yo pak wong iku tiba ke tempatku minta pekerjaan malah bawa lari barang. Seperti itu. Setelah bercerai itu ya mulailah aneh-aneh Beliau itu,” urai Jumhur.

Fana itu, Kuasa aturan keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membeberkan temuan lain terkait identitas pelaku. Erlan teridentifikasi Mempunyai Esa Nomor Induk Kependudukan (NIK) namun terdaftar bagian dalam dua Kartu Keluarga (KK) Nan berbeda.

“Jadi Beliau (Erlan) itu mempunyai 1 NIK tapi 2 KK; di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dan di Komplek Kowilhan III Kota Makassar. url Beliau di kowilhan itu, siapa Beliau kok mempunyai Loka tinggal di wilayah pertahanan?” konfirmasi Risang, Rabu (8/7/2026).

lafal juga: Pihak Keluarga Korban kata Terduga Pembunuh ASN Bangkalan mempunyai Griya di Makassar

Dugaan Modus Love Scamming di Media Sosial

Interaksi kedekatan privat antara korban dan pelaku disinyalir kokoh bermula dari platform pertemanan atau kencan digital di Bumi maya. Pihak kepolisian sejauh ini menegaskan belum Eksis aset pribadi berharga milik korban Nan diinformasikan Lenyap di Letak peristiwa (TKP).

“Itu Tetap kita dalami sekarang kan pas melimpah, model-model kayak gitu kenalan digital. Tertarik, Lampau janjian. Belum Eksis Nan Lenyap (barang pribadi korban),” Jernih AKBP Arbaridi Jumhur.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *