Ngawur ucapan Mertua Bripka Agus Pembunuh Mahasiswa UMM: Sopan tapi Hatinya Busuk




Malang

Haji Ramelan, Bapak Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nan dibunuh Abang iparnya Bripka Agus Sulaiman hadir di Pengadilan Negeri Malang. Ramelan menuturkan Bripka Agus memang Mau menguasai hartanya sejak dahulu.

Hal itu diceritakan Ramelan Bapak Faradila di sela menghadiri persidangan berbarengan program pemeriksaan saksi Nan digelar di Pengadilan Negeri Malang Klas IA, Rabu (8/7/2026).

Ramelan menceritakan bagaimana anak keduanya menikah berbarengan Bripka Agus. Ia Seiring istrinya sempat tinggal Esa Griya berbarengan mereka. Mereka tinggal Sekeliling 3,5 tahun.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun masalah kemudian terlihat ketika Bripka Agus bertikai berbarengan istrinya Nan sekaligus anak keduanya atau Abang Faradila. Ia menyebut pertengkaran itu diperkirakan dikarenakan Bripka Agus hendak menguasai hartanya.

Sejak ketika itu, berikut Ramelan, ia mengaku terus was-was sewaktu-Masa dihabisi oleh Bripka Agus berbarengan racun.

“Pernah bertengkar berbarengan anak gua. Nah sejak ketika itu, Eksis Nan berubah,” beber Ramelan.

Perubahan Nan dimaksud Ramelan Ialah perilaku Bripka Agus Nan diyakini seakan Mau mengguna-guna keluarganya. Tuduhan itu terlihat dikarenakan Ramelan pas berlimpah orang kali menemukan barang-barang Nan mengarah kepada klenik atau perdukunan di bagian dalam rumahnya.

“pas berlimpah gua temukan foto istri gua, Eksis sesajen, kemenyan. berikut Eksis air putih Nan kemudian diminta ciptakan diminum kami sekeluarga,” ujar Ramelan.

Bukan hanya itu, Ramelan juga menemukan barang-barang mengarah perdukunan Nan sengaja ditanam Bripka Agus dibalik ubin rumahnya.

“Eksis Nan ditanam di bawah lantai, Bilik. Nyaris seisi Griya, nggak tahu maksudnya apa. Tapi gua merasakan Tak enak berbarengan itu,” katanya.

Ramelan kemudian memutuskan ciptakan mendirikan Griya sendirian Nan jaraknya hanya terpaut Nyaris 100 meter. Keputusan itu diambil dikarenakan Ramelan menganggap khawatir diracun atau dibunuh oleh Bripka Agus.

“Kemudian gua tentukan pindah Griya, dikarenakan gua menganggap khawatir diracun Esa keluarga. gua yakin itu Niscaya akan dijalankan Agus,” katanya.

Ramelan mengaku segala perilaku Agus Nan dijalankan ketika tinggal Esa Griya, Tak pernah diceritakan kepada anaknya atau istri Bripka Agus. Tujuannya agar memelihara keutuhan Griya tangga anaknya.

“gua hanya tentukan tenteram, tak pas berlimpah ngomong. Agus memang Pandai terus bersikap sopan, tapi hatinya busuk,” tandasnya.

Ramelan semoga majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman Wafat terhadap Bripka Agus. Menurutnya hukuman Nan disalurkan harus setimpal berbarengan penderitaan Nan telah dialami.

“gua mintanya dihukum Wafat,” pungkasnya.

(auh/abq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *