Ngawur Sayembara Rp20 Juta ciptakan Buru Erlan, Terduga Pelaku Pembunuh Sekdin PRKP Bangkalan


SURABAYA (Lentera) – Kepala Tim (Katim) Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Kepolisian area Jawa Timur (Polda Jatim), Aipda Sigit Dwi Susanto akses Bunyi soal sayembara Rp20 juta Nan belakangan viral di media sosial, ciptakan memburu keberadaan Erlan alias E, terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan warga dan Kawasan Permukiman (PRKP) wewenang Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51).

Sigit Nan akrab disapa Hellboy ini menegaskan, sayembara tersebut Baju sekali bukan berasal dari anggaran dinas maupun institusi Polda Jatim, melainkan murni Biaya pribadinya Seiring sejumlah pihak Nan secara sukarela ikut menyumbang.

“Dari mula kami sampaikan Biaya pribadi, Mas,” ungkapan Sigit ketika dikonfirmasi CNN Indonesia dikutip, Kamis (9/7/2026).

Ia menyebut, hal itu memang telah disampaikan sejak mula melalui unggahan video di TikTok @hellboyjatanraspolda. Di isi itu Beliau menegaskan, Biaya tersebut bersumber dari kantong pribadi, bukan dari institusi.

“Kan itu telah Saya jelaskan dari mula di TikTok juga Eksis rekaman screen kan Biaya pribadi dari kami. Kami itu kan bukan Saya saja. Ya lumayan melimpah Nan nguruni (patungan) lah ngasih sumbangsih biar terungkap,” jelasnya.

Sigit menerangkan, ide mula sayembara itu Malah tiba dari seorang tokoh Nan enggan dinyatakan namanya. Orang tersebut menghubunginya, usai menyaksikan rekam jejak tim penyidik menuntaskan sejumlah kasus pembunuhan lain di Lumajang dan Sidoarjo.

“dikarenakan lihat kami habis ngungkap pembunuhan Nan Lumajang, terus kami lagi menindak pembunuhan Nan Sidoarjo, pada akhirnya telepon. ‘Mas Bro, nek butuh Biaya tak siapno.’ (Mas Bro, kalau butuh Biaya Saya siapkan) Bilang gitu. Ceritanya mula itu begitu,” terangnya.

Terkait nominal, Sigit menegaskan, bahwa Biaya Nan disepakati ciptakan disampaikan ke publik Ialah Rp20 juta, meski ia mengaku sokongan dari warganet lain terus berdatangan sehingga jumlah tersebut diperkirakan bertambah.

“Ya, pokoknya terungkap ya kelak pastinya lumayan melimpah Nan mau bantu, Mas. Fana ini Rp20 juta masa lalu,” tandasnya.

Fana soal alasan sayembara itu dibuka, dikarenakan pihaknya Mau agar pergerakan Erlan makin kecil. Pasalnya pelaku diungkap kerap berpindah-pindah Letak usai video dan informasi soal dirinya viral di berbagai platform media.

“dikarenakan kan telah terlanjur viral lumayan melimpah media Nan ngungkap video terduga pelaku, Mas. Jadi pelaku makin berpindah-pindah, pada akhirnya kami inisiatif Mas, inisiatif pribadi ciptakan membatasi ruang pelaku Beralih,” bebernya.

“Jadi biar Seluruh netizen Acuh pada akhirnya pelaku kelak kalau lari ke ke mana pun kan pada akhirnya Beliau nginfokan ke kita gitu, Mas,” imbuhnya.

Sigit menyebut, sejak sayembara itu dibuka, sejumlah warganet dan masyarakat mulai memberikan informasi kepada pihaknya. Penyidik pun ketika ini sedang mendalaminya.

“Alhamdulillah lumayan melimpah informasi Nan kami meraih dari netizen dan ini mulai kami dalami informasi-informasi tersebut. Semoga Eksis Nan meraih menuntun kami menangkap pelaku,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, kasus Sekdin Bangkalan, Erlan Juga lumayan melimpah Dicari Orang Kasus Penipuan.

Dimana Sekdin Bangkalan RYS (51) terdeteksi tak bernyawa secara misterius di internal mobil dinas, di area parkir Terminal 1 Bandara semesta Juanda, Rabu (24/6/2026).

Dugaan pembunuhan itu menguat, setelah tim forensik Griya Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan bagian luar menunjukkan, luka robek pada cuping telinga kiri dikarenakan benturan Barang tumpul.

Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir, Nan lazim dijumpai pada korban meninggal dikarenakan Wafat lemas atau asfiksia. 

Pemeriksaan organ internal turut memperlihatkan perubahan Rona pada lidah, epiglotis, saluran helaan bagian atas, hingga Tembok lambung.

Kuasa aturan keluarga korban, Risang Bima Wijaya berucap pihaknya telah mengantongi sebutan terduga pelaku Nan disebutnya berdua inisial E. Hal itu teridentifikasi pihaknya, melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.

Sosok E, ungkapan Risang juga diyakini sebagai cowok misterius Nan terakhir kali Seiring korban. Hal itu sebagaimana terekam internal kamera CCTV di area Bandara semesta Juanda Surabaya.

Keduanya teridentifikasi bepergian Seiring ke area Malang dan Batu kelebihan dari Esa masa sebelum jenazah RYS terdeteksi internal keadaan kaku di internal mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (24/6/2026) Lampau.

Risang menuturkan, jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di area Jawa inti, meski sampai saat ini Nan bersangkutan disinyalir terus berpindah-pindah Letak dan Tak menetap di tautan resminya di kawasan Malang.

“Iya, sempat terlacak di area Jawa inti. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan Tak Eksis itu di tautan rumahnya. Namanya Erlan,” ungkapnya.

Dari output penelusuran pihaknya, Risang mengutarakan, sejumlah informasi terkait soal terduga pelaku. E diungkap merupakan cowok Usul Sulawesi Selatan, Nan pernah bekerja di raga Penyehatan Perbankan dalam negeri (BPPN). Lembaga itu sendirian telah dibubarkan pada 2004.

Meski tautan tersebut telah teridentifikasi, Risang menegaskan, E teridentifikasi kerap berpindah domisili antara area Jawa Timur dan Jawa inti.

“Nah, Beliau itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu,” katanya.

Risang menambahkan, E juga disinyalir Mempunyai rekam jejak keterlibatan internal tindak penipuan berdua berbagai modus, mulai dari penipuan properti, proyek, hingga jual-beli.

“Penipuan Seluruh, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu,” bebernya.

Terkait Usul-usul perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga, hal itu meraih saja berkedok pencarian proyek. Namun, ia menyorot penangkapan terhadap terduga pelaku sebagai sandi ciptakan membongkar kronologi mula Interaksi keduanya.

“Nah, harus ditahan masa lalu E-nya itu. dikarenakan keluarga enggak tau itu berdua E,” imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *