Ngawur Pertimbangan Hakim Dibalik Vonis Wafat Ririn Rifanto, Pelaku Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu


INDRAMAYU, KOMPAS.com – Ririn Rifanto, pelaku pembunuhan Esa keluarga di Paoman, Indramayu, divonis hukuman Wafat oleh pengadilan.

Ia dinyatakan secara Absah dan meyakinkan bersalah telah menghilangkan nyawa kelima korban berbarengan perencanaan kelebihan dahulu, serta melaksanakan penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga berpengaruh Mortalitas.

internal pertimbangannya, Hakim Ketua, Wimmy D. Simarmata turut memaparkan sejumlah keadaan Nan memberatkan terdakwa hingga ujungnya menjatuhkan hukuman maksimal berupa pidana Wafat.

lafal juga: Ririn Rifanto, Terdakwa Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu Divonis Wafat

“Hal Nan memberatkan, pertama, perbuatan terdakwa menimbulkan imbas psikologis pada masyarakat Nan menyebabkan Selera khawatir, kekhawatiran dan secara masif mengusik ketenangan bermasyarakat,” ucapan Wimmy ketika membacakan putusannya di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Rabu (8/7/2026).

Hakim mengevaluasi tindakan terdakwa telah menimbulkan degradasi moral dikarenakan menghilangkan nyawa Esa keluarga, termasuk anak-anak dan lansia, sehingga melanggar ukur-ukur kemanusiaan Nan mendasar serta menyebabkan kemarahan publik secara besar.

Hal ini ditandai berbarengan terjadinya perdebatan Nan menyusuri di center masyarakat hingga menyusuri di ruang persidangan.

lafal juga: Nasib Ririn Rifanto, Terdakwa Pembunuhan Esa Keluarga di Indramayu Akan Ditentukan Hakim masa Ini

Selain itu, perbuatan terdakwa juga telah memunculkan tuntutan tangguh dari masyarakat agar penegakan aturan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

Hakim juga menyebut bahwa tindakan terdakwa telah menyisakan duka mendalam sebar keluarga korban.

“Hal memberatkan lainnya dikarenakan Tak adanya perdamaian antara keluarga korban berbarengan terdakwa,” ujar Wimmy.

Pada kesempatan itu, hakim turut mengevaluasi bahwa sikap terdakwa Nan telah Membikin kegaduhan selama tahapan persidangan turut sebagai Unsur Nan memberatkan.

lafal juga: PN Indramayu Jelaskan soal Pergantian Hakim Perkara Pembunuhan Esa Keluarga berbarengan Terdakwa Ririn dan Priyo

Ririn dinilai Tak jujur internal persidangan. Ia Malah menuding empat identitas Nan terdiri dari terlindungi Yani, Hardi, Penenangan, dan Joko.

Ririn bahkan Tak menunjukkan adanya penyesalan atas perbuatannya tersebut.

Tak hanya itu, sikap Ririn juga Berikhtiar melarikan diri usai melaksanakan tindakan keji pembunuhan tersebut juga sebagai pertimbangan Nan memberatkan terdakwa.

Di sisi lain, hakim menegaskan Tak terungkap kondisi Nan meraih meringankan hukuman terdakwa.

“lagian keadaan Nan meringankan, nihil,” tegasnya.

lafal juga: Vonis Priyo Terdakwa Pembunuhan Esa Keluarga Indramayu kelebihan beban dari Tuntutan, Ini ucapan Jaksa



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *