Jogja –
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di tidak terpencil SMAN 3 Jogja. keseluruhan Eksis 19 adegan diperagakan, mulai dari korban dan rombongan pelaku berpapasan hingga pembacokan tersangka terhadap korban.
Rekonstruksi digelar di Halaman inti Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Dua tersangka Primer Merupakan LTF (18) alias Lupek YSF (18) alias Ucup dihadirkan langsung internal rekonstruksi. lagian Esa tersangka lain inisial F (17) digantikan peraga lantaran Tetap di bawah umur.
“extra dari Esa Nan Tetap DPO kita gantikan berbarengan pemeran pengganti,” urai PS Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, usai rekonstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tadi keseluruhan Sekeliling Eksis 19 adegan, dimulai dari tahapan korban dan juga pelaku Berjumpa di wilayah lorong Megelang hingga ke titik TKP Ambang SMA Negeri 3 dan terakhir tempat korban itu terjatuh di Ambang gereja HKBP,” sambungnya.
irama-irama peristiwa
internal rekonstruksi ini, diperagakan peristiwa ketika rombongan tersangka Nan berjumlah enam orang berboncengan memanfaatkan tiga motor pada Pekan (17/5) Lampau. Mereka Berjumpa berbarengan korban Nan inti berboncengan berbarengan saksi di lorong Magelang, Tegalrejo.
“Kalau motifnya awalnya meraih kita lihat Seiring internal tahapan rekonstruksi dikarenakan adanya lihat-lihatan dan dilanjutkan tahapan tantang-tantangan, akan tetapi dari perkara ini Tak Eksis unsur janjian ataupun unsur tawuran antargeng,” bongkar Gara.
Sesampainya di simpang empat Pingit, motor korban dipepet motor Nan dikendarai tersangka buron Farel Nan berboncengan berbarengan Ucup. Di situ, Ucup terlibat perbincangan berbarengan korban.
“Sekolah ngendi?” ujar Ucup kepada korban.
“Kepo!” tanggapi korban ketus.
“Lha kowe ki sekolah ndi?” sahut Ucup lagi.
“Ora sekolah!” tanggapi korban.
perbicangan itu terhenti setelah lampu bangjo memberi isyarat hijau. Mereka pun kesana ke selatan. Sesampainya di bundaran Ditlantas Polda DIY, rombongan tersangka dan korban berjauhan, korban ke timur dan rombongan tersangka ke timur.
Namun di masa elok perpisahan ini, terdapat adegan krusial. Korban menengok ke belakang sembari melambaikan tangan kepada para tersangka seraya berteriak, “Ndene (sini!)!”. menyaksikan itu, para tersangka langsung berbalik mengejar korban.
tindakan kejar-kejaran terjadi hingga Tiba Loka peristiwa perkara di Ambang SMAN 3 Jogja. Tersangka Lupek langsung berkurang sesaat setelah korban memberhentikan motor. Lupek Nan sedari permulaan telah membawa celurit langsung mengibaskannya ke dada korban.
“internal adegan tadi meraih kita lihat Seiring Jernih bahwa korban itu mendapatkan bacokan Esa kali Pas pada dada atas bagian kanan, sehingga ketika tahapan korban diajak ke Griya sakit di perjalanan, korban terjatuh,” papar Gara.
“Pada faktanya ketika ditolong oleh ambulans gereja, internal perjalanan menuju Griya sakit Tiba di Griya sakit korban telah meninggal Bumi,” pungkasnya.
(ams/ahr)