MAKASSAR, KOMPAS.com – Polisi menyingkap pembunuhan sopir Usul Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial AU (45) di Bilik kos kawasan Telkomas, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah diagendakan pas melimpah orang saat sebelum tindakan dikerjakan.
Terduga pelaku berinisial AD (42) mengaku telah merangkai program pembunuhan sejak 2 Juli 2026.
Polisi menyebut pelaku memanfaatkan kesempatan ketika korban menghubunginya dan menginginkan terlihat ke Bilik kos hasilkan memijat tubuhnya.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik berbisik, pelaku Tak melaksanakan pembunuhan secara spontan.
“Pelaku memang telah mengagendakan pembunuhan itu sejak pas melimpah orang saat lebih sebelumnya. ketika korban menginginkan dipijat, pelaku menyaksikan itu sebagai kesempatan hasilkan melaksanakan rencananya,” ucapan Setiawan, dikutip dari Tribun Timur, Selasa (7/7/2026).
lafal juga: Kronologi Pembunuhan Sopir Usul NTT di Makassar, Permintaan Pijat Berujung Maut
Memanfaatkan Permintaan Pijat
Berdasarkan output penyelidikan, korban dan pelaku saling mengenal. Keduanya Baju-Baju bekerja sebagai sopir di perusahaan ekspedisi Nan berbeda.
Meski tinggal di Griya kos Nan berbeda, jarak Loka tinggal mereka Tak berjauhan.
ketika korban menginginkan dipijat, pelaku menyanggupi permintaan tersebut. Sebelum berangkat ke Bilik kos korban, AD sempat mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo Seiring sejumlah temannya.
Sekeliling pukul 01.00 Wita, pelaku mendatangi Bilik kos korban hasilkan menjalankan program Nan telah disusunnya.
Setibanya di Letak, pelaku mendapati korban telah tertidur lelap.
lafal juga: Sopir Usul NTT terungkap Tewas Terluka di Indekos Makassar, Polisi Amankan Cangkul
Korban Diserang ketika Tertidur
Polisi menyebut pelaku memanfaatkan kondisi korban Nan sedang istirahat hasilkan melancarkan aksinya.
Polisi menyebut pelaku menyerang korban memanfaatkan sebuah batu.
Setelah itu, pelaku kembali melaksanakan penyerangan berdua memanfaatkan cangkul Nan berada di Ambang Bilik.
“Korban sedang istirahat sehingga Tak sempat melawan. Setelah dipukul memanfaatkan batu, pelaku meraih cangkul Lampau menghantam Paras korban dua kali,” ujar Setiawan.
Korban meninggal Bumi di Letak dikarenakan serangan tersebut.