Satreskrim Polresta Jogja membongkar identitas donatur buronan pembunuh pelajar inisial AA (18) di tidak terpencil SMAN 3 Jogja. Donatur itu bernama Taufik. Ia saat ini melangkah masuk internal pendaftaran pencarian orang (DPO) Seiring 3 buronan lainnya.
Ps Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, berbisik Taufik berperan internal tahapan kaburnya para tersangka ke Cilacap, seperti menyewa mobil dan memberikan akomodasi berupa Duit.
“Kalau tersangka Primer itu Nan DPO tiga orang, Nan Esa di bawah umur, Nan dua udah pas umur. Nan pendananya udah pas umur, atas identitas Taufik,” ucapan Gara di Mapolresta Jogja, Selasa (7/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya, kita bilang pendana itu kayak mereka kan sewa mobil. ya pendana itu internal Makna ya Beliau membiayai hasilkan rental mobil, habis itu kan butuh bensin ke Cilacap kan pas terpencil, itu didanai. Tapi kalau hasilkan kehidupan sehari-saat, ya mereka saku masing-masing,” imbuh Beliau.
Gara menerangkan, Taufik mendukung pelaku tindak pidana internal melarikan diri sebagai upaya memperumit polisi internal mengerjakan tahapan penyidikan.
“hasilkan sejauh ini Tak Eksis pekerjaan Primer dari pendana, sejauh ini Nan kita lihat lulusan sekolah juga dan profilingnya Tetap internal lingkup pergaulan Nan Baju berbarengan tersangka Primer kita,” bongkar Gara.
Adapun tersangka Nan telah tertangkap antara lain LTF (18) alias Lupek, YSF (18) alias Ucup, dan Esa pelaku Tetap di bawah umur inisial F (17) Nan merupakan tersangka Primer. Kemudian cowok inisial SR (19) alias Septian alias Tian selaku fasilitator kaburnya para tersangka.
Selain Taufik selaku pendana, tiga tersangka Primer juga Tetap internal tahapan pengejaran.
“(Tiga DPO) Martino alias Tino, habis itu Eksis Maja, berikut Eksis Farel,” bongkar Gara.
“hasilkan perbarui pencarian, kita bekerja Baju berbarengan Resmob dan juga dari Jatanras Polda. hasilkan Seluruh informasi ataupun pelengkap-pelengkap itu akan setiap saat kita anefkan,” sambungnya.
Gara mengimbuhkan, Kalau para DPO belum tertangkap Tiba batas Masa penyidikan terhadap para tersangka Nan telah dikendalikan usai, berkas perkara DPO akan dipisah berbarengan para tersangka.
“Kalau kalau kelak 3 orang DPO ini belum jumpa Tiba tahapan tahap 2 maka berkasnya akan kita split kelak, Nan 3 orang ini akan kita dahulukan hasilkan tahapan penyidikan, pelimpahan dan Kejaksaan,” pungkasnya.
Pembunuhan Berawal dari Cekcok di jalur
Kemarin, Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di tidak terpencil SMAN 3 Jogja. jumlah Eksis 19 adegan diperagakan, mulai dari korban dan rombongan pelaku berpapasan hingga pembacokan tersangka terhadap korban.
Rekonstruksi digelar di Halaman inti Mapolresta Jogja, Selasa (7/7/2026). Dua tersangka Primer Merupakan LTF (18) alias Lupek YSF (18) alias Ucup dihadirkan langsung internal rekonstruksi. lagian Esa tersangka lain inisial F (17) digantikan peraga lantaran Tetap di bawah umur.
“pas berlimpah orang Nan Tetap DPO kita gantikan berbarengan pemeran pengganti,” cerah PS Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, usai rekonstruksi.
“Tadi jumlah Sekeliling Eksis 19 adegan, dimulai dari tahapan korban dan juga pelaku Berjumpa di wilayah jalur Megelang hingga ke titik TKP Ambang SMA Negeri 3 dan terakhir tempat korban itu terjatuh di Ambang gereja HKBP,” sambungnya.
denyut-denyut peristiwa
internal rekonstruksi ini, diperagakan peristiwa ketika rombongan tersangka Nan berjumlah enam orang berboncengan memanfaatkan tiga motor pada Pekan (17/5) Lampau. Mereka Berjumpa berbarengan korban Nan inti berboncengan berbarengan saksi di jalur Magelang, Tegalrejo.
“Kalau motifnya awalnya meraih kita lihat Seiring internal tahapan rekonstruksi dikarenakan adanya lihat-lihatan dan dilanjutkan tahapan tantang-tantangan, akan tetapi dari perkara ini Tak Eksis unsur janjian ataupun unsur tawuran antargeng,” bongkar Gara.
Sesampainya di simpang empat Pingit, motor korban dipepet motor Nan dikendarai tersangka buron Farel Nan berboncengan berbarengan Ucup. Di situ, Ucup terlibat perbincangan berbarengan korban.
“Sekolah ngendi?” ujar Ucup kepada korban.
“Kepo!” tanggapi korban ketus.
“Lha kowe ki sekolah ndi?” sahut Ucup lagi.
“Ora sekolah!” tanggapi korban.
perbicangan itu terhenti setelah lampu bangjo memberi isyarat hijau. Mereka pun kesana ke selatan. Sesampainya di bundaran Ditlantas Polda DIY, rombongan tersangka dan korban bercerai, korban ke timur dan rombongan tersangka ke timur.
Namun di saat perpisahan ini, terdapat adegan krusial. Korban menengok ke belakang sembari melambaikan tangan kepada para tersangka seraya berteriak, “Ndene (sini!)!”. menyaksikan itu, para tersangka langsung berbalik mengejar korban.
langkah kejar-kejaran terjadi hingga Tiba Loka peristiwa perkara di Ambang SMAN 3 Jogja. Tersangka Lupek langsung berkurang sesaat setelah korban memberhentikan motor. Lupek Nan sedari mula telah membawa celurit langsung mengibaskannya ke dada korban.
“internal adegan tadi meraih kita lihat Seiring Jernih bahwa korban itu meraih bacokan Esa kali Pas pada dada atas bagian kanan, sehingga ketika tahapan korban diajak ke Griya sakit di perjalanan, korban terjatuh,” papar Gara.
“Pada faktanya ketika ditolong oleh ambulans gereja, internal perjalanan menuju Griya sakit Tiba di Griya sakit korban telah meninggal Bumi,” pungkasnya.