Sidoarjo –
Penanganan kasus Mortalitas Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan warga dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Nan terdeteksi meninggal di internal mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Tetap belum terungkap. Padahal ketika ini telah berlalu 13 masa.
Kuasa aturan keluarga korban, Risang Bima Wijaya, berucap berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan keluaran Penyidikan (SP2HP) terakhir dari Polresta Sidoarjo, perkara tersebut Tetap berada pada tahap penyelidikan.
“Di internal SP2HP dijelaskan bahwa perkara ini Tetap internal tahap penyelidikan. Artinya, penyidik Tetap mengumpulkan alat kabar dan petunjuk sehingga belum Eksis penetapan tersangka maupun penangkapan,” ungkapan Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Risang, sejauh ini penyidik telah mengumpulkan sejumlah petunjuk, di antaranya rekaman CCTV di Letak parkir dan sekitarnya serta keterangan tiket melangkah masuk parkir. Dari keluaran penelusuran tersebut, penyidik dikatakan mengarah kepada seorang Pria bernama Erlan.
“Informasi Nan kami raih dari SP2HP mengutarakan petunjuk mengarah kepada seseorang bernama Erlan. Namun Tiba sekarang url Niscaya maupun keberadaannya Tetap belum teridentifikasi dan Tetap berikut dikerjakan pencarian oleh penyidik,” ujarnya.
Risang menegaskan, kondisi perkara Nan Tetap internal tahap penyelidikan menunjukkan polisi belum Mempunyai kabar Nan pas hasilkan memutuskan seseorang sebagai tersangka.
“Kalau di masa depan telah Eksis kabar Nan pas dan seseorang diputuskan sebagai tersangka, tentu alur hukumnya akan melonjak ke tahap penyidikan. ketika ini belum Tiba pada tahap itu,” jelasnya.
Atas Asas itu, Risang mengajak Erlan apabila merasakan Tak terlibat internal Mortalitas Ruly Yunis Setiawati agar tiba memberikan Penjelasan kepada penyidik.
“Kalau memang bukan pelakunya, silakan tiba ke kantor polisi terdekat, ditemani pengacara juga Tak masalah, hasilkan memberikan penjelasan. Malah itu akan menolong alur penyelidikan,” ucapnya.
Ia juga menginginkan keluarga Erlan Tak menyembunyikan apabila mengetahui keberadaannya.
“Kami semoga keluarga ikut menolong. Kalau yakin Nan bersangkutan Tak bersalah, antarkan hasilkan memberikan Penjelasan kepada penyidik agar perkara ini segera berperan cerah,” tambahnya.
Selain itu, Risang menyebut pihak keluarga akan menyerahkan foto Nan berasal dari keterangan kependudukan sebagai bahan pembanding identitas.
“Foto dari keterangan kependudukan akan kami sertakan dikarenakan extra memaparkan kondisi Orisinil. Berbeda berbarengan foto Nan beredar di media sosial Nan kemungkinan telah memakai pilah,” pungkasnya.
(auh/abq)