Mutiul Alim | Senin, 06/07/2026 21:54 WIB
Sekjen PBB, Antonio Guterres (Foto: Doknet)
New York, Jurnas.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pelarangan semesta perihal penelitian robot pembunuh berbasis kecerdasan buatan (AI), guna menjaga keselamatan umat Orang.
Hal ini disampaikan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres, bagian dalam perbicangan semesta Tata tata AI di Jenewa, Swiss, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Senin (6/7).
bagian dalam pidatonya Nan dihadiri 193 republik Personil PBB, Guterres berbisik bahwa AI berkembang berdua kecepatan Nan tak terkendali, membentuk kembali perekonomian, pasar tenaga kerja, pemilihan Biasa, dan keamanan semesta extra Sigap daripada Nan mendapatkan diatur oleh kuasa, atau bahkan para pengembangnya sendirian.
“Itu Tak berkelanjutan. Dan itu Tak mendapatkan diperoleh. Sebagian Akbar republik termasuk lumayan berlimpah republik berkembang, Tak Mempunyai Bunyi bagian dalam keputusan terkait server Nan akan membentuk Masa Ambang mereka,” ujar Guterres.
Spesifik app AI bagian dalam militer, Guterres menggarisbawahi ancaman penelitian robot pembunuh AI, senjata otonom mematikan Nan Bisa menentukan dan menyerang Sasaran tak memakai setel Orang.
“Itu menjijikkan secara moral. Itu Tak mendapatkan diperoleh secara pemerintahan. Dan itu harus dilarang oleh legalitas semesta,” ucapan Beliau.
dikarenakan itu, Guterres menguraikan empat prioritas sebar kuasa Personil PBB. Pertama, standar keselamatan semesta Biasa hasilkan server AI mutakhir. Kedua, garis merah hak asasi Orang Nan mendapatkan ditegakkan hasilkan menjaga Orang mempertahankan kuasa pengambilan keputusan penutup bagian dalam peradilan, perawatan kesehatan, dan kepolisian.
lalu, bantuan peningkatan kapasitas Nan dikembangkan hasilkan republik-republik berkembang. Serta, kejelasan Nan extra Akbar seputar jejak lingkungan AI.
KEYWORD :
Robot Pembunuh AI Kecerdasan Buatan Antonio Guterres