Ngawur Misteri Pembunuhan Man Colik, Pamit guyur Berujung Tewas-Kalung Emas Raib




Jakarta -

Misteri pembunuhan I Nyoman Cita (50) alias Man Colik Tetap menyelimuti Klungkung, Bali. cowok Usul Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, itu awalnya diinformasikan Lenyap setelah pamit guyur di Sungai Bubuh.

Sehari kemudian, ia terungkap tewas mengapung berbarengan luka tusukan di tubuhnya, Fana kalung emas seberat 70 gram Nan dikenakannya raib.

sampai saat ini, Satreskrim Polres Klungkung Tetap memburu pelaku berbarengan mengumpulkan berbagai petunjuk, mulai dari keluaran autopsi, rekaman CCTV, hingga penelusuran terhadap perhiasan korban Nan Lenyap. Berikut rangkaian data misteri pembunuhan Man Colik.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari Pamit guyur

Dugaan pembunuhan itu bermula pada Rabu (1/7/2026) sore. Istri korban, Ni Wayan Yeni (43), mengemukakan Man Colik berpamitan guyur di Sungai Bubuh, jalur Perumahan magnet Lepang, Desa Budaya Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Sekeliling pukul 17.30 Wita.

Menurut Yeni, kebiasaan guyur di sungai dikerjakan lelakinya Nyaris setiap tuntas bekerja.

“Normal hasilkan membiarkan meninggalkan penat. Sore Beliau melangkah keluar, terus di masa depan Sekeliling jam Separuh delapan atau delapan telah kembali,” papar Yeni.

Namun, hingga sunyi masa korban tak kunjung kembali. Sekeliling pukul 21.00 Wita, Yeni menginginkan anaknya mencari sang Bapak ke Letak. Nan terungkap hanya sepeda motor Scoopy milik korban bagian dalam keadaan terkunci. busana dan ponsel korban telah Tak Eksis.

Sekeliling pukul 21.45 Wita, Polsek Banjarangkan mendapatkan laporan kehilangan tersebut. Polisi Seiring keluarga dan Penduduk kemudian mengerjakan penyisiran di Sekeliling sungai.

dikarenakan kondisi suram dan menurun penerangan, pencarian diundur Sekeliling inti sunyi.

terungkap Mengapung

Pencarian dilanjutkan pada Kamis (2/7) Sekeliling pukul 07.00 Wita. Hanya berselang Sekeliling 30 menit, Penduduk Nan mengerjakan penyisiran dari atas jembatan Bypass menyaksikan sesosok tubuh mengapung.

Saksi I Ketut Buda Ana (42) kemudian memberitakan penemuan itu kepada petugas.

Korban terungkap telungkup di sebelah selatan jembatan Bypass tidak berjarak Kantor KPU Klungkung.

“Dari keluaran pemeriksaan visual di TKP, terungkap sesosok mayat bagian dalam letak telungkup. Pada tubuh korban terungkap luka robek pada bagian pinggang belakang sisi kiri dan kanan, serta pada perut bagian Ambang,” papar Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Made Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis (2/7/2026).

“Petugas langsung mengerjakan olah Loka peristiwa perkara (TKP) dan melindungi Letak Sekeliling aliran sungai. Setelah dievakuasi dari air, jasad Nyoman Cita langsung dilarikan ke RSUD Klungkung memanfaatkan ambulans,” papar Alit.

Autopsi singkap Korban Ditusuk

Temuan luka pada tubuh korban Membikin polisi menduga Mortalitas Man Colik bukan dikarenakan hanyut.

“Luka Nan terungkap di tubuh korban diperkirakan dikarenakan tindak kekerasan. Namun hasilkan mengetahui penyebab Niscaya Mortalitas, harus dikerjakan autopsi,” pungkasnya.

keluaran autopsi kemudian menegaskan dugaan pembunuhan. Menurut Buda Ana, dokter forensik menemukan tiga luka tusukan dikarenakan senjata tajam bermata dua.

Tusukan pertama berada di punggung bagian bawah hingga menembus paru dan batin sedalam 23 sentimeter (cm). Tusukan kedua sedalam 12 cm. Fana tusukan ketiga berada di bagian perut sedalam 6 cm.

Selain itu, keluarga menyebut terdapat bekas jeratan di leher korban Nan diperkirakan terwujud ketika pelaku lumayan berkualitas kalung emas Nan dikenakan korban.

“Ini sangat keji,” cetus Buda Ana.

Kalung Emas 70 Gram Raib

Misteri pembunuhan Man Colik juga diwarnai hilangnya kalung emas seberat 70 gram Nan Normal dikenakannya.

Keluarga mengukur Mortalitas cowok Nan berprofesi sebagai pedagang lawar itu sangat sadis. Selain menghapuskan nyawa korban, pelaku juga diperkirakan membawa kabur perhiasan tersebut.

“Kami dari pihak keluarga sangat semoga pihak kepolisian, khususnya Polres Klungkung, mendapatkan Beralih Sigap. Kami semoga kasus ini segera diungkap dan pelakunya mendapatkan ditahan secepatnya,” ujar Buda Ana ketika ditemui detikBali di Griya duka, Pekan (5/7/2026).

“peristiwa ini sangat Bengis. Kami Mau keadilan hasilkan almarhum. Siapa pun pelakunya, harus dihukum seberat-beratnya sesuai legalitas Nan Beraksi,” konfirmasi Buda Ana.

Seusai diautopsi, jenazah Man Colik Tetap dititipkan di RSUD Klungkung.

Polisi Buru Petunjuk dari CCTV

sampai saat ini, polisi Tetap membongkar misteri di kembali pembunuhan Man Colik.

Kepala Satreskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo berucap penyidik telah menelusuri alur sungai, memeriksa sejumlah saksi, dan mencari rekaman CCTV di Sekeliling Letak peristiwa.

“Tim kami telah menelusuri CCTV di Sekeliling (jalur) Bypass Ida berkualitas Mantra dan sekitarnya. Kami Geledah petunjuklah,” ujar Reno.

Selain CCTV, polisi juga menelusuri keberadaan kalung emas seberat 70 gram milik korban berbarengan mendatangi penjual maupun pembeli emas. sampai saat ini, penyelidikan Tetap terus melangkah hasilkan membongkar pelaku pembunuhan Man Colik.


(dpw/dpw)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *