Ngawur Jaksa Beberkan bukti letak Sniper dan Pesan Rahasia bagian dalam Sidang Pembunuhan Aktivis Charlie Kirk


Tyler Robinson, Pria Nan dituduh menembak Wafat Charlie Kirk, hadir di pengadilan di Provo, Utah, pada Desember 2025 Seiring pengacaranya.(Rick Egan/Pool/The Salt Lake Tribune)

TYLER Robinson, 23, Nan didakwa atas pembunuhan aktivis konservatif Amerika Perkumpulan, Charlie Kirk, menjalani sidang mendengarkan pendapat di pengadilan Utah, Senin. Sidang ini sebagai saat perdana distribusi jaksa hasilkan membeberkan sejumlah bukti kokoh sebelum memutuskan apakah kasus ini mendapatkan dilanjutkan ke tahap peradilan.

Saksi pertama Nan dihadirkan Ialah mantan petugas kepolisian Utah Valley University (UVU), Christopher Bagley. Ia memaparkan situasi mencekam ketika Kirk, 31, ditembak Wafat di leher ketika sedang berpidato di hadapan Sekeliling 3.000 orang di kampus Orem, Utah, pada September 2025.

“pas melimpah orang berteriak, bangkit, dan mulai berlari segera ke berbagai arah,” ujar Petugas Christopher Bagley di bagian dalam ruang sidang.

Istri mendiang, Erika Kirk, Seiring orangtua Kirk tampak hadir langsung dan tak kuasa menahan emosi ketika mendengarkan kesaksian tersebut. Sahabat tidak terpencil Kirk, Donald Trump Jr., juga terlihat hadir memberikan bantuan di ruang sidang.

bagian dalam kesaksiannya, Bagley mengemukakan adanya kejanggalan di Asbes gedung Nan menghadap langsung ke arah tenda acara Kirk. Di sana, ia menemukan sebuah obeng dan cetakan di atas kerikil Nan menandakan letak tiarap seorang penembak jitu (sniper).

“Anda mendapatkan menyaksikan bekas siku, Dengkul, dan kaki, di mana seseorang berada bagian dalam jarak pandang langsung ke arah tenda Charlie,” Jernih Bagley.

Tak terpencil dari Letak, penyelidik menemukan sebuah senapan runduk (rifle) Mauser Model 98 kaliber .30-06 berbarengan keker Nan dibungkus handuk. keluaran coba forensik menemukan sampel DNA Nan konsisten berbarengan Robinson pada pelatuk senjata dan selongsong peluru.

Pesan Teks Berisi Pengakuan Pelaku

Selain bukti fisik, jaksa juga bersiap memunculkan pernyataan rekaman video dari mantan rekan sekamar Robinson sebagai saksi sandi. Pesan teks Nan mereka pertukarkan sesaat setelah penembakan diperkirakan kokoh berisi pengakuan langsung dari Robinson.

Berdasarkan catatan dakwaan, Robinson sempat menginginkan rekan sekamarnya hasilkan memeriksa bagian bawah papan tik (keyboard) komputernya, Loka ia meninggalkan sebuah catatan tertulis: “gua Mempunyai kesempatan hasilkan menghabisi Charlie Kirk dan gua akan mengambilnya.”

Ketika rekan sekamarnya menyerahkan pesan, “Anda bukan orang Nan melakukannya kan????”, Robinson diperkirakan membalas, “Iya gua, gua minta sorry.”

ketika ditanya mengenai motif tindakannya melalui pesan teks tersebut, Robinson membalas:

“gua telah muak berbarengan kebenciannya. kelebihan dari Esa kebencian Tak mendapatkan dinegosiasikan.”

Sebelum menyerahkan diri ke polisi atas Dorongan orang tuanya, Robinson juga sempat menyuruh rekan sekamarnya hasilkan menghapuskan seluruh catatan pesan mereka.

Hingga ketika ini, Robinson belum mengajukan pembelaan Formal. Atas tindakan pembunuhan berencana ini, jaksa penuntut Utah menegaskan berniat menuntut hukuman Wafat terhadap Robinson atas dakwaan pembunuhan berat banget, penggunaan senjata api, pelanggaran kekerasan di hadapan anak, serta perintangan penyidikan. (CNN/BBC/Z-2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *