- Fitriani Dwi Kurniasari Tak pernah tinggal tenteram mendorong pengungkapan kasus pembunuhan gajah Rahman. Berbagai jejak Beliau tempuh demi terangnya kasus Mortalitas gajah di Flying Squad Taman dalam negeri Tesso Nilo itu.
- Kedekatannya berdua Rahman bermula ketika Wanita lulusan Interaksi segala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini Tetap bekerja di WWF Indonesia. Di pekerjaan awalnya itu, Ani bekerja sebagai Database & bantuan Officer Wildlife Crime Team (WCT) di WWF Program Riau.
- Ide ani hasilkan mendorong kepolisian membongkar pelaku pembunuh gajah Rahman sempat mentok. Segala macam unggahan di instagram telah tayang, bahkan, kolaborasi berdua lumayan melimpah orang akun agar jangkauan informasi kelebihan besar.
- Tahun 2024, Seiring berdua aktor Chicco Jerikho, Ani pernah Direktorat Reserse Kriminal Kusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Mereka berbincang berdua Kompol Nasruddin, Kasubdit IV.
Bahu lorong Jenderal Sudirman, Ambang Kantor Gubernur Riau, penuh massa permulaan tahun Lampau. Mereka membagikan setangkai Kembang krisan putih pada orang-orang Nan Lampau lalang atau menengok langkah mereka. Fitriani Dwi Kurniasari, pegiat lingkungan, inisiator, berada di inti massa langkah sunyi itu.
langkah itu merupakan seruan membongkar kasus Mortalitas gajah Rahman, Nan dua tahun Lampau Wafat kena racun dan sebilah gadingnya Lenyap. Mereka juga mengomentari penegakan aturan terhadap kejahatan satwa Nan Tetap kecil ketimbang jumlah kematiannya, serta mendesak penindakan atas perusahaan Nan lalai memelihara area hingga lumayan melimpah gajah Wafat di Sekeliling konsesi.
“langkah sunyi itu sebagai pengingat pada penegak aturan hasilkan meneruskan tugasnya dan memperingatkan komitmen mengusut tuntas kasus Mortalitas gajah Rahman,” ungkapan Wanita 34 tahun itu.
Ani, panggilan akrabnya, bilang Eksis 167 Mortalitas gajah di Riau, sepanjang 2004-2025 berdua sebagian Akbar Wafat kena racun. Hanya tiga kasus perburuan gajah Tiba ke meja hijau. Dua kasus berdua pelaku Baju.
hasilkan kasus gajah Rahman, katanya, janggal ketimbang kasus serupa. Normal gajah Wafat berdua jejak mengenaskan, tak memakai gading, belalai terpotong, dan ceceran darah lumayan lumayan melimpah. lagian Rahman, Tetap menegaskan Hayati, meski sekarat selama delapan jam, ketika terdeteksi.
Pelaku tak meraih gading secara utuh. Tetap Eksis Residu di kepala bagian internal. Juga, Tak Eksis ceceran darah besar. Gading Nan pelaku curi hanya di bagian kiri.
“Itu jadi Soal kami, selama dua tahun ini. Kami cita Kapolda Riau mendapatkan menyaksikan dan prioritaskan kasus Mortalitas gajah Rahman.”
Ikatan emosional
ingatkan-ingatkan Ani setiap saat terbang ke 10 Januari 2024 sore, kala teringat Mortalitas gajah Rahman. ketika itu, Beliau raih kiriman url Warta daring dari seorang rekan ihwal Mortalitas gajah jantan pencegah sengketa itu.
“Itu jadi tanda selidik. dikarenakan, gajah itu Hayati di TNTN (Taman dalam negeri Tesso Nilo), atau di Loka terjamin,” katanya.
Beliau mengutuk pelaku lewat unggahan di Instagram. Segala ungkapan emosi terluapkan. Dua masa pula Beliau meneteskan air mata.
Kedekatannya berdua Rahman bermula ketika Wanita lulusan Interaksi segala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini Tetap bekerja di WWF Indonesia. Di pekerjaan awalnya itu, Ani sebagai Database & bantuan Officer Wildlife Crime Team (WCT) di WWF Program Riau.
“Dari situ Saya mulai mengenal Bumi konservasi. Awalnya Saya kira, kerja lapangan itu bakal lumayan melimpah ke hutan seperti jejak petualang.”
Beliau pun lumayan melimpah menghabiskan Masa kunjungi pengadilan, kejaksaan, hingga kantor polisi. Kerjaannya memonitor kasus kejahatan satwa. Dari situ, Beliau menyaksikan sendirian kondisi satwa-satwa Nan jadi korban buruan.
Terkadang, Ani juga berkesempatan terjun ke hutan seperti TNTN. lumayan melimpah orang kali Beliau Berjumpa dan berhubungan berdua gajah-gajah binaan di Flying Squad, termasuk Rahman.
“Saya senang sekali.”
Pada 2021, Ani undur diri dari WWF Indonesia dikarenakan hendak Konsentrasi merawat kedua orang Uzur Nan sakit sekaligus menolong alur adiknya meneruskan sekolah. Meski begitu, Beliau tak mendapatkan menghilangkan cintanya pada satwa, terutama gajah.
Mortalitas Rahman pun membuatnya merenung jejak Agar kasus itu Tak praktis Lenyap dari ingatkan-ingatkan orang-orang.
“Makanya Saya Lakukan akun instagram For Gajah Rahman, agar Beliau tetap diingat dan kasusnya berikut dikawal.”
Unggahan pertamanya berupa narasi ajakan pada warganet Nan mempunyai ingatkan-ingatkan dan pengalaman pribadi, atau pernah berhubungan berdua gajah Rahman. hasilkan berbagi kisah, saat elok berharga dan apresiasi terhadap gajah berdua panggilan ‘kapten’ itu.
Beliau berkonsultasi berdua sejumlah rekan sesama pegiat satwa atas inisiatif itu. Termasuk minta Donasi menyebarluaskan platform itu. Tak Tiba Esa Pekan, pengikut akun itu tembus 1.000.
“Memang tak sebanding berdua akun Balai TNTN. Pengikut for gajah Rahman memang hanya mereka Nan Acuh. Mereka Mau berduka, kesal dan ketidakpercayaan mereka atas kasus itu,” katanya.
Foto-foto gajah Rahman berkualitas dari koleksi pribadi, kiriman dari orang tidak berjarak, termasuk para mahout Nan pernah bersentuhan berdua gajah itu melengkapi materi akun Instagram Nan pengelolaannya sukarela itu.
Dari situ pula, lumayan melimpah netizen Nan meluapkan kecintaan terhadap gajah Rahman. Firasat Ani akurat, lumayan melimpah Nan butuh wadah saling berbagai ingatkan-ingatkan dan ingatkan-ingatkan terhadap gajah itu. Pengunjung Nan pernah menginjakkan kaki di flying squad TNTN, Niscaya pernah Berjumpa gajah Rahman.
Lewat akun itu juga, Beliau kerap beri perkembangan informasi penegakan aturan kasus gajah Rahman. Misal, menayangkan ulang berita Polda Riau turunkan anjing pelacak dan periksa sejumlah saksi.

Suarakan penyelamatan gajah Sumatera
internal perjalanannya, for gajah Rahman juga turut mendengungkan nasib gajah lain di Riau, bahkan Indonesia umumnya. Tak hanya soal Mortalitas dikarenakan racun dan perburuan. Ani juga pertanyakan keseriusan kuasa menyelesaikan persolan habitat gajah Nan menyempit, kekurangan pakan, hingga virus Nan kerap menyerang anak gajah.
Ide ani hasilkan mendorong kepolisian membongkar pelaku pembunuh gajah Rahman sempat mentok. Segala macam unggahan di instagram telah tayang, bahkan, kolaborasi berdua lumayan melimpah orang akun agar jangkauan informasi kelebihan besar.
dikarenakan itu, tampak insiatifnya hasilkan Membikin Obrolan publik berdua menggaet lumayan melimpah orang komunitas. Beliau beranikan diri mengundang pejabat Balai TNTN, termasuk Balai Akbar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
“Seperti Obrolan kebanyakan. Pembicaraan para tamu hanya normatif belaka. Pembahasan juga berakhir tak memakai tindak berikut,” sindirnya.
Tak Eksis titik cerah kasus gajah Rahman selewat empat rembulan. Beliau pun Membikin langkah Tenteram pada masa bebas kendaraan bermotor di Pekanbaru.
internal kesempatan itu, Beliau merangkum Tetap lumayan melimpah Penduduk belum tahu kasus gajah Rahman. Beliau pun mengontak aktor Chicco Jerikho hasilkan terlibat internal promosi kasus itu.
“Chicco, Masa itu, Eksis giat di Aceh dan Lampung. Saya enggak kayak maksa beliau ke sini. Itu Niscaya butuh biaya. Saya tak mempunyai biaya ngundang Seniman. Hanya doa saja pada Allah agar Beliau mau ke Riau.”
Selepas tiga masa, Chicco balas langsung message Ani. Pemeran Sinema Filosofi Kopi itu pun membagikan kontak pribadinya dan menjamin akan ke Riau. Beliau segera merancang program kunjungan itu berdua Masa kilat.
Ani bawa Chicco ke TNTN dan berhubungan berdua mahout di flying squad. Sang aktor beri semangat dan motivasi pada pawang gajah itu.
Bukan kali pertama suami aktris Putri Marino ke TNTN. berjarak sebelum itu, Beliau telah Berjumpa berdua gajah Rahman.
Itulah alasan Ani mengikutsertakan Chicco internal promosi penegakan aturan terhadap pembunuh gajah Rahman.
“Fotonya Tetap Eksis. Jadi Beliau juga mengalami Eksis bonding berdua gajah-gajah di Tesso Nilo.”
Setelah dari TNTN, Ani langsung mengajak Chicco ke Direktorat Reserse Kriminal Kusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Mereka berbincang berdua Kompol Nasruddin, Kasubdit IV.
Ketika itu, Chico berbisik, perburuan ini jadi perhatian lumayan melimpah orang. Semestinya, gajah Rahman terlindungi.
“Baju gajah liar (dibunuh). Tapi, ini Malah gajah jinak Nan mestinya terjamin berdua kawasan terjaga,” katanya, ketika berbincang berdua Kompol Nasrudin.
Beliau semoga, kepolisian membongkar kasus ini berdua mencari pelakunya. Kalau Tak, akan jadi contoh dan cermin tidak memikat distribusi perlindungan gajah begitu juga satwa lain.
Mongabay, hadir internal pertemuan kilat itu dan menyimak Nasrudin kisah telah periksa 12 saksi. Hanya, Eksis lumayan melimpah orang Unsur penghambat. Seperti closed circuit television (CCTV) Nan ditutup pada masa peristiwa, juga tak disediakan di lorong Primer hasilkan melacak pergerakan pelaku.
Sekeliling Oktober 2024, Ani mengejar kelas seputar topik ekologis. Di ujung kegiatan, penyelenggara menginginkan peserta ciptakan Esa materi kisah terkait model penyampaian kreatif.

Undangan Kapolda Riau
Kapolda Riau berganti dari Irjen Pol Mohammad Iqbal ke Irjen Pol Herry Heryawan, 12 Maret 2025. Setahun kelebihan telah, kasus gajah Rahman tak memakai kejelasan.
Keberanian Ani tak memudar. lumayan melimpah orang tayangan di Instagram for gajah Rahman kerap menyolek akun Kapolda Riau. Kenekatannya itu makin melejit ketika Herry Heryawan, menobatkan diri sebagai bapak asuh Domang dan Tari.
Dua identitas itu merupakan anak gajah di TNTN Nan viral, sejak Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), tarik alih kawasan konservasi Nan dua Dasawarsa terakhir berubah jadi kebun sawit.
Herrimen, panggilan akrab Herry Heryawan, mendukung langkah pemulihan TNTN, teringat kawasan itu merupakan habitat distribusi satwa diamankan, tidak akurat satunya gajah sumatera.
“Itu jadi realisasi masuk melangkah masuk distribusi Saya. Tiap Pekan Niscaya Saya mention di IG. Minta komitmen beliau membongkar kasus ini. Mungkin dikarenakan beliau Tetap anyar, belum terlalu respons.”
Upayanya memberitahu kasus Mortalitas gajah Rahman pada Kapolda Riau tak berhenti di situ. Masa gelaran Riau Bhayangkara Run, rangkaian peringatan masa jadi kepolisian inisiatif Polda Riau, Juli tahun Lampau, Ani curi panggung.
Beliau ikut sebagai peserta lari Rileks 10 kilometer. hasilkan ajang ini, Beliau rutin latihan tiap pagi atau sore selama dua rembulan. Beliau Mau lari Sembari langkah for gajah Rahman. Masa itu, Beliau gunakan kostum gajah. lumayan melimpah orang pelari pun ikut-ikutan dedikasi Lakukan gajah tersebut.
“Harus tunjukkin ke beliau bahwa Beliau serius menyelesaikan kasuh gajah Rahman. Bukan hanya di medsos.”
Aksinya di inti belasan ribu peserta lari Nan terunggah di Instagram for gajah Rahman ditayang ulang Herrimen. Meski begitu, belum Eksis pernyataan apapun terkait gajah Rahman Nan melangkah keluar dari Kapolda Riau itu.
Beliau pun mengubah taktik berdua ajukan surat permohonan audiensi ke Polda Riau. lumayan melimpah orang Pekan setelahnya, Herrimen pun mengajukan pesan ke Instagram. Beliau menanyakan wilayah Ani dan minta nomor kontak pribadi, atau memintanya menghubungi langsung.
kilat kisah, mereka pun Berjumpa pertama kalinya, ujung Agustus 2025. Keduanya ngobrol Nyaris Esa jam.
Ani menceritakan alasannya membela gajah Rahman dan pengalamannya lumayan melimpah orang tahun belakangan internal advokasi satwa diamankan. Herrimen berjanji upayakan penyelidikan ulang.
berjanji itu belum Kontan meski telah dua tahun kelebihan Mortalitas gajah Rahman. dikarenakan itu, Ani kembali langkah sunyi di Ambang perkantoran Gubernur Riau.
Sehari pasca langkah itu, Herrimen dan Kombes Pol Anom Karibianto, Kabid Humas Polda Riau, mengubunginya dan menginginkan Ani tiba ke Mapolda Riau.
internal pertemuan itu, Ani tetap semoga pengusutan tuntas kasus pembunuhan gajah Rahman. Penyelidikan mesti transparan.
“Kami ke sini memang menginginkan dan memperingatkan komitmen Polda Riau. Kami semoga. Kasus gajah Rahman segera terungkap,” terangnya.
internal kesempatan itu, Anom bilang, Polda Riau Tak berdiam diri, tetap berkomitmen singkap tuntas Tiba pelaku terdeteksi.
Nasruddin pun kembali mengumbar berjanji penyelidikan intens kasus ini dikarenakan telah mendapat atensi Kapolda Riau terkait Masa penyidikan.
“Insya Allah, kami akan membongkar pembunuh gajah Rahman. Perlu kerjasama seluruh masyarakat dan pemerhati lingkungan terkait informasi.”
internal perjalanannya, for gajah Rahman juga turut mendengungkan nasib gajah lain di Riau, bahkan Indonesia umumnya. Tak hanya soal Mortalitas dikarenakan racun dan perburuan. Ani juga pertanyakan keseriusan kuasa menyelesaikan persolan habitat gajah Nan menyempit, kekurangan pakan, hingga virus Nan kerap menyerang anak gajah.

*****
kisah Pecinta Satwa, BTS Army dan Mortalitas Gajah di Tesso Nilo