Ngawur susut dari 24 Jam, Polres Lumajang Tangkap Pembunuh Gadis di Randuagung, Pelaku ternyata Sang Pacar





Pelaku IR (berbusana hitam) ketika di Pres Release di Mapolres Lumajang–

LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – susut dari 24 jam setelah penemuan jasad seorang gadis Belia di internal Bilik belakang rumahnya, jajaran Satreskrim Polres Lumajang tercapai menyingkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. 

Tersangka teridentifikasi berinisial IR (18), Nan Tak lain merupakan pacar sekaligus tetangga korban, Merinda Tri Agustin (22).

lafal JUGA:62 Personel Polres Lumajang tumbuh Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Profesionalisme


Mini Kidi Wipes.–

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Ari Nuzul Aulia berucap, pengungkapan kasus ini dijalankan melalui penyelidikan intensif Nan terjadi sejak jasad korban terungkap di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Jumat 3 Juli 2026.

“susut dari 24 jam setelah peristiwa, Satreskrim Polres Lumajang Beralih Sigap dan tercapai menangkap tersangka ketika berada di rumahnya,” ujar AKP Ari Nuzul Aulia ketika memberikan keterangan kepada awak media.

lafal JUGA:Amankan 2 Pengedar Okerbaya, Satresnarkoba Polres Lumajang Sita Puluhan Ribu Butir Pil Logo Y

Berdasarkan output penyidikan, peristiwa bermula pada Kamis 2 Juli 2026 Sekeliling pukul 19.00 WIB. ketika itu korban dan pelaku kesana Seiring ke Kota Lumajang ciptakan nyemil gelap. Setelah berakhir, pelaku mengantar korban kembali ke rumahnya memanfaatkan sepeda motor.

Setelah tiba di Griya korban, pelaku memasuki ke internal Griya dan keduanya sempat melaksanakan Interaksi intim sebanyak dua kali. Namun, situasi berubah ketika korban merasakan kesal dikarenakan pelaku berikut bermain telepon genggamnya setelah berhubungan raga.

“Setelah itu terjadi cekcok antara korban dan pelaku, Nan diawali dikarenakan pelaku bermain handphone sendirian,” Jernih AKP Ari.

lafal JUGA:Jelang masa Bhayangkara ke-80, Polres Lumajang Bersihkan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa

Perselisihan makin memanas hingga korban melontarkan ucapan-ucapan keras dan menghina orang Uzur pelaku. Ucapan tersebut diperkirakan berperan pemicu Primer pelaku nekat menghabisi nyawa korban.

“Motifnya dikarenakan pelaku merasakan sakit jiwa. Korban sering mengejek orang tuanya berbarengan bahasa-bahasa Nan sangat jorok,” ungkapnya.

internal kondisi emosi, pelaku melangkah keluar dari Bilik dan meraih sebatang kayu. Ia kemudian kembali memasuki ke Bilik korban dan memukul korban sebanyak tiga kali hingga terjatuh di samping lemari.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *