Pakar waris dari konglomerat hotel, kasino, dan nyata estat ini sedang diadili atas tuduhan keterlibatan internal pembunuhan dan keterlibatan internal kejahatan terorganisir. Kalau terbukti bersalah, ia mendapatkan menjalani hukuman penjara seumur Hayati.
Persidangan terjadi Nyaris sembilan tahun setelah serangan bom mobil Nan mengguncang Eropa. Paul Caruana Galizia, putra jurnalis tersebut, menulis di media sosial pada masa persidangan: “Sembilan tahun setelah pembunuhan Bunda Saya, cowok Nan dituduh menyewa pembunuh bayaran ciptakan melaksanakan tindakan ini ujungnya diadili.” Di pengadilan, Fenech mengenakan setelan jas biru Uzur, kacamata, dan berikut menyangkal Seluruh tuduhan.
Menurut dakwaan, program pembunuhan Caruana Galizia disusun pada April 2017. Jaksa penuntut menduga bahwa Fenech menginginkan sopir taksi Melvin Theuma ciptakan mencari seseorang Nan akan melaksanakan pembunuhan tersebut dan menyepakati tarif 150.000 euro, termasuk 30.000 euro di muka dan 120.000 euro setelah berakhir.
program tersebut terhenti dikarenakan pemilihan Biasa di Malta pada Juni 2017, tetapi dilanjutkan kembali di sana. Menurut pihak penuntut, Fenech makin khawatir dikarenakan jurnalis tersebut akan menerbitkan informasi Nan membebani dirinya dan keluarganya.
Setelah berminggu-Pekan melaksanakan kontrol, para pembunuh menanam bom di bawah jok pengemudi mobil Caruana Galizia. Pada sore masa tanggal 16 Oktober 2017, bom tersebut diledakkan dari jarak terpencil ketika ia meninggalkan rumahnya, dan langsung membunuhnya.
Daphne Caruana Galizia terkenal dikarenakan laporan investigasinya mengenai kecurangan internal pemerintahan dan bisnis Malta. Sebelum pembunuhannya, Beliau sedang menelusuri sebuah perusahaan rela pantai bernama 17 Black, Nan kemudian diidentifikasi sebagai milik Fenech.
internal unggahan blog terakhirnya pas berlimpah orang jam sebelum kematiannya, Beliau menulis: “Penipu Eksis di mana-mana. Situasinya sangat genting.”
Pembunuhan itu menimbulkan masalah pemerintahan serius di Malta, Nan menyebabkan pengunduran diri Perdana pengelola ketika itu, Joseph Muscat, pada penutup tahun 2019, meskipun ia Tak dituduh terlibat langsung internal kasus tersebut.
Fenech Ialah tersangka terakhir dari tujuh tersangka Nan terlibat internal kasus ini Nan diadili. sebelum itu, mereka Nan langsung menanam bom, memasok bahan peledak, dan kaki tangan lainnya telah divonis bersalah, berbarengan pas berlimpah Nan mendapatkan hukuman penjara seumur Hayati.
Melvin Theuma, sang perantara internal kasus ini, disalurkan amnesti berbarengan imbalan kesaksian mengenai seluruh program pembunuhan tersebut.
Persidangan Fenech diperkirakan akan terjadi selama pas berlimpah orang Pekan dan dipandang sebagai titik kembali Krusial internal upaya memulihkan kepercayaan pada platform aturan Malta.
Sumber: https://congluan.vn/ong-trum-bat-dong-san-malta-hau-toa-vi-cao-buoc-sat-hai-nha-bao-dieu-tra-post352103.html