Banyumas –
Polisi ujungnya membongkar eksekutor pembunuh bos bengkel bernama Eddy Yono Subagyo alias EM (67) Penduduk Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. tidak akurat Esa eksekutornya, merupakan kekasih istri korban, Ifaryanti (61), Nan mendalangi tindakan keji ini.
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, menuturkan keluaran penyelidikan mengarah pada dugaan kokoh adanya perencanaan matang sebelum tindakan pembunuhan dikerjakan. teridentifikasi, pembunuhan bos bengkel itu menyusuri pada Jumat (26/6) Sekeliling pukul 23.30 WIB.
“Para pelaku Mempunyai peran masing-masing dan telah merancang tindakan ini sebelum itu. Ini bukan tindak spontan, melainkan pembunuhan berencana,” ungkapan Petrus bagian dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain IF (istri korban), tiga orang lainnya juga telah ditentukan sebagai tersangka, Merupakan, AR (50), JN (43) dan RS (29). Ketiga tersangka Pria tersebut teridentifikasi berasal dari area Banten dan berperan sebagai eksekutor serta pendukung tindakan.
“Nan dua itu AR Baju JN itu eksekutor dan RS itu sebagai driver ikut menyusun. AR merupakan kekasih redup IF. Hubungannya Nan dua ini rekan, Lampau Nan Esa sopir rental Normal,” jelasnya.
Petrus pun membongkar modus pembunuhan bos bengkel tersebut. Awalnya korban dipukul memakai balok kayu, kemudian korban dicekik berdua kabel listrik.
“Setelah peristiwa, para pelaku sempat melarikan diri ke area Banten sebelum ujungnya tercapai ditahan oleh tim URC Sat Reskrim Polresta Banyumas,” ujarnya.
Diberitakan sebelum itu, Penduduk Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas dibuat geger berdua ditemukannya seorang Pria berinisial EM (67) Nan tewas di bagian dalam rumahnya. Korban disinyalir dibunuh dikarenakan ketika terdeteksi penuh luka memar di bagian kepala.
Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, berbisik dirinya mendapat berita adanya Penduduk meninggal pada Sabtu (27/6) Sekeliling pukul 02.00 WIB. ketika itu ia langsung menuju Griya korban Seiring petugas keamanan lingkungan.
“Saya dibangunin, diketuk pintunya itu jam 2 pagi. terus ke Letak. dikarenakan di RT Eksis petugas keamanan, kita musyawarah sebelumnya. Tak Eksis Nan yakin diri memasuki, ujungnya sepakat menyaksikan dari eksternal, difoto sebelumnya mutakhir melangkah keluar lagi. Tak Eksis Nan yakin diri pegang jasadnya,” ungkapan Nartim ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (27/6).
ketika menyaksikan kondisi korban, Nartim mendapati adanya memar di bagian kepala. Jenazah ketika itu berada di Bilik rehat dan sebagian Akbar tubuhnya telah ditutupi kain oleh istrinya berinisial IF (61).
“Jasadnya berada di Bilik rehat. Eksis luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya telah ditutupi kain, kemungkinan Baju istrinya. hasilkan menyaksikan lukanya kainnya dibuka terbatas,” ujarnya.
Kecurigaan Penduduk makin menguat setelah mengetahui Eksis darah Nan mengalir dari telinga korban. Menurut Nartim, tetangga Nan permulaan sekali menyaksikan kondisi korban juga mengukur kematiannya Tak wajar.
“Dari tetangga Nan lihat permulaan sekali jasadnya juga telah curiga ini meninggalnya Tak wajar. Kemungkinan Akbar dibunuh dikarenakan Eksis luka, itu Eksis darah mengalir dari telinga,” ungkapnya.
bagian dalam tahapan pemeriksaan Nan dikerjakan pihak kepolisian, istri korban Ifaryanti alias IF (61) ditentukan tersangka. Meski begitu, tersangka diungkap Tak terlibat bagian dalam eksekusi lelakinya.
“Dari keluaran penyelidikan dan gelar perkara, kami menentukan Esa orang tersangka, Merupakan istri Absah korban sendirian IF alias Y (61). Penetapan ini didasarkan pada alat bukti Nan lumayan serta keluaran pemeriksaan saksi-saksi,” ungkapan Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi bagian dalam keterangannya, Senin (29/6).
(apu/ams)