Misteri Mortalitas Sekretaris Dinas Perumahan masyarakat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), mulai menemukan titik urai. Setelah keluaran autopsi didapat keluarga, tampak dugaan tangguh bahwa korban Tak meninggal dikarenakan dikarenakan alamiah ataupun kecelakaan, melainkan sebagai korban pembunuhan.
Keluarga juga menduga kasus tersebut bermula dari modus penipuan berkedok kerja Baju investasi atau bisnis. Dugaan itu diperkuat oleh keluaran pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, hingga kronologi sebelum korban terdeteksi meninggal di bagian dalam mobil Nan terparkir di Bandara Juanda.
Kuasa legalitas keluarga korban, Risang Bima Wijaya berucap, keluaran autopsi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban Nan dinilai mengarah pada dugaan pembunuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan keluaran autopsi Nan kami dapat, terdapat luka dikarenakan benturan Barang tumpul di telinga kiri hingga menyebabkan cuping telinga robek dan meraih darah,” ungkapan kepada Risang denyut melalui telepon selulernya, Senin (29/6/2026).
Selain luka di telinga, autopsi juga menemukan luka pada area Paras.
“Selain itu terdapat pembengkakan dan pendarahan pada bibir atas maupun bawah, serta terdeteksi lidah berwarna kehitaman Nan mengarah pada kondisi asfiksia atau kekurangan oksigen,” imbuh Risang.
Berdasarkan keluaran autopsi tersebut, keluarga menduga korban meninggal dikarenakan saluran pernapasannya ditutup. Menurut Risang, dugaan itu tampak dikarenakan Tak terdeteksi bekas kekerasan di bagian leher sebagaimana lazim terdeteksi pada korban pencekikan.
“Kalau dicekik Baju Eksis bekas di leher atau tenggorokan. bagian dalam kasus ini Tak terdeteksi tanda seperti itu. Malah kelainan fisik berada di Sekeliling bibir dan bibir, sehingga keluarga menduga korban meninggal dikarenakan saluran napasnya ditutup atau dibekap hingga Tak meraih bernapas,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan dugaan tersebut Tetap harus dibuktikan secara ilmiah.
Selain dugaan korban dibekap, keluarga juga mengharap keluaran pemeriksaan toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Pemeriksaan tersebut diharapkan meraih menjaga Eksis atau tidaknya Unsur beracun di bagian dalam tubuh korban.
“Kami juga mengharap keluaran coba toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Pemeriksaan itu Krusial ciptakan menjaga apakah Eksis kandungan racun, termasuk kemungkinan Unsur seperti sianida atau bahan beracun lainnya,” jelasnya.
Risang semoga penyidik meraih menyingkap penyebab Niscaya Mortalitas korban melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah, analisis CCTV, serta alat berita lain Nan telah dikumpulkan.
“Keluarga semoga kasus ini meraih diusut secara transparan hingga pelaku, apabila memang terbukti Eksis tindak pidana, meraih segera diungkap dan diproses sesuai legalitas Nan Beraksi,” pungkasnya.
Selain menyingkap keluaran autopsi, keluarga juga mengutarakan dugaan mengenai motif di kembali Mortalitas korban. Menurut mereka, Ruly disinyalir dijebak oleh pelaku berbarengan dalih kerja Baju bisnis atau investasi sebelum pada akhirnya sebagai korban pembunuhan.
Keluarga menduga pelaku Berjuang menguasai barang berharga milik korban. Namun, seluruh dugaan tersebut Tetap sebagai bagian dari alur penyelidikan kepolisian.
“Kami yakin penyidik akan menyingkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan siapa saja Nan terlibat. Asa kami prosesnya meraih diakselerasi agar pelaku segera ditahan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapan Risang.
Korban Sempat Video Call dari Malang
Perjalanan korban sebelum terdeteksi meninggal juga mulai terungkap. Risang menerangkan, Ruly berangkat dari Griya pada Kamis pagi seperti Normal. Pada gelap harinya, korban Tetap mengabari anaknya bahwa dirinya berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang.
Kemudian pada Sabtu gelap, korban bahkan Tetap sempat melaksanakan panggilan video berbarengan adiknya.
“Korban Tetap berkomunikasi berbarengan keluarga. Bahkan pada Sabtu gelap Tetap sempat melaksanakan video call berbarengan adiknya dan mengutarakan Tetap berada di Malang,” ungkapan Risang kepada detikJatim, Senin (29/6/2026).
dikarenakan korban memang Mempunyai kerabat di Malang, keluarga ketika itu Tak Meletakkan kecurigaan. Namun, setelah komunikasi tersebut, korban mendadak Tak meraih dihubungi lagi.
Kecurigaan keluarga makin menguat setelah menyaksikan rekaman CCTV. Menurut Risang, mobil korban Nan terdeteksi di area parkir Bandara Juanda Malah dikemudikan oleh seorang cowok lain.
“Kami meyakini keberadaan mobil di bandara bukan atas kehendak korban. Dari rekaman CCTV terlihat mobil memasuki ke kawasan bandara dikemudikan seorang Pria lain. Keluarga meyakini ketika itu korban telah meninggal Bumi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi Nan didapat keluarga, jenazah korban terdeteksi di kursi penumpang Ambang sebelah kiri.
Selain itu, rekaman CCTV juga Tak memperlihatkan seseorang melangkah keluar dari mobil setelah kendaraan diparkir.
“Kami menduga mobil beserta jenazah sengaja ditinggalkan di Letak tersebut oleh pelaku,” tambahnya.
Meski alur penyidikan Tetap terjadi, keluarga menyebut penyidik telah meraih petunjuk Nan mengarah kepada sosok Nan disinyalir sebagai pelaku.
Petunjuk tersebut berasal dari keluaran analisis rekaman CCTV dan sejumlah alat berita lainnya.
“Informasi Nan kami dapat, polisi telah Mempunyai informasi Nan mengarah kepada pelaku, mulai dari rekaman CCTV, Karakteristik-Karakteristik fisik, busana, kendaraan hingga Loka tinggalnya. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik dan Tak akan mengakses identitas itu ke publik demi kepentingan alur legalitas,” Jernih Risang.
lebih sebelumnya, Ruly terdeteksi bagian dalam kondisi meninggal Bumi di parkiran mobil Bandara Juanda, Sidoarjo. Mobil tersebut lebih sebelumnya telah terparkir selama empat saat.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video Kuasa legalitas: ASN Nan Tewas bagian dalam Mobil di Juanda Tak mempunyai perselisihan“
[Gambas:Video 20detik]
(ihc/hil)