Senin 29-06-2026,09:39 WIB
Reporter:
Wendy Setiawan|
Editor:
Muhammad Ridho
Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menerangkan perkembangan terbaru kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati (50)–
SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan masyarakat dan Kawasan Permukiman (PRKP) rezim Kabupaten Bangkalan, Madura mulai menemukan titik urai.

Mini Kidi Wipes.–
Hal itu diungkap oleh Pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya. Informasi Nan Beliau himpun, polisi telah mengantongi identitas dan url terduga pelaku pembunuhan tersebut.
“Belum tau pelakunya telah tertangkap atau belum. Tapi polisi telah profiling Jernih pelakunya,” ucapan lawyer Nan pernah belasan tahun berperan wartawan kriminal ini pada Memorandum, Senin 29 Juni 2026.
lafal JUGA:Misteri Mortalitas Sekdin Bangkalan di Bandara Juanda, Korban disinyalir Dibunuh berdua tapak Dibekap

Gempur Rokok Illegal–
Fana perkembangan terbaru, adik dan adik ipar korban akan dijalankan pemeriksaan di Mapolresta Sidoarjo. Menurut Risang, penyidik akan mencari tahu apakah Eksis Barang berharga, keliru satunya perhiasan korban Eksis Nan Lenyap atau Tak.
“Harusnya diinvestigasi Sabtu kemarin Sekeliling pukul 15.30 WIB di Polsek Sedati. Tapi dibatalkan atas deal Seiring, dan masa Senin ini dipanggil ke polres,” lanjutnya.
lafal JUGA:ASN Pemkab Bangkalan terungkap Tewas di Parkiran Juanda, Korban disinyalir Dibunuh Diluar Bandara
Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menerangkan, Personil Satreskrim Polresta Sidoarjo Tetap mengerjakan penyelidikan ciptakan menyingkap pelaku pembunuhan tersebut.
“Tiba berdua ketika ini, dari pihak kepolisian khususnya Polresta Sidoarjo Tetap mengerjakan penyelidikan berdua mengumpulkan informasi-informasi, maupun pendalaman, dan telah Eksis kelebihan dari Esa saksi Nan diinvestigasi,” jelasnya.
lafal JUGA:Jasad ASN Bangkalan Tewas di Bandara Juanda Dimakamkan, Keluarga cita output Autopsi
Fana terkait output Fana visum Nan dijalankan di Griya Sakit Bhayangkara Pusdik Porong mengatakan Eksis luka Nan disinyalir diakibatkan kekerasan di tubuh korban.
“Dari Tim Forensik Griya Sakit Bhayangkara Pusdik Porong, output Fana visum menemukan atau menuturkan Eksis luka robek telinga sebelah kiri, disinyalir diakibatkan dikarenakan benturan atau kekerasan Barang tumpul,” terangnya.
Sumber: