Ngawur Eurofighter Si Preman atau F-35 Si Pembunuh? masalah FCAS Paksa Jerman Bersiap Hadapi Rusia



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —  Jerman saat ini dihadapkan pada opsi Susah setelah program jet tempur generasi keenam FCAS berbarengan Prancis runtuh. Di Esa sisi Eksis Eurofighter Typhoon, jet tempur Eropa Nan bagian dalam dinas Angkatan Udara Kerajaan Inggris dijuluki sebagai “preman”. Di sisi lain Eksis F-35, pesawat siluman Amerika Perkumpulan Nan dijuluki “pembunuh”.

Dua julukan itu memaparkan dilema Akbar Berlin. Eurofighter Krusial ciptakan memelihara industri pertahanan Jerman tetap Hayati. F-35 dibutuhkan ciptakan melengkapi celah kemampuan tempur modern, termasuk sasaran nuklir NATO, setelah armada Tornado Nan telah Uzur harus dipensiunkan.

masalah ini terlihat setelah Jerman diinformasikan secara Formal menghentikan program Future Combat Air System atau FCAS Nan selama bertahun-tahun digarap Seiring Prancis dan Spanyol. Program itu awalnya dimaksudkan sebagai simbol kedaulatan teknologi Eropa, tetapi ujungnya Malah memperlihatkan rapuhnya kerja Baju industri pertahanan di benua tersebut.

Perselisihan Primer terlihat ketika Dassault Prancis diinformasikan menuntut pembagian kerja sebesar 80 persen dan kontrol Akbar atas program tersebut. Airbus Jerman mengukur tuntutan itu Tak meraih diperoleh. Dari Pandang Perspektif pandang Berlin, Jerman berbahaya hanya berperan pendukung dan penyandang Biaya sebar jet tempur Nan pada ujungnya terlalu didominasi Prancis.

Ketegangan itu Membikin kepercayaan antara Dassault dan Airbus runtuh. Selama extra dari setahun, Nyaris Tak Eksis pekerjaan Konkret Nan dijalankan pada jet tersebut. kuasa domestik sempat menguji mendamaikan industri kedua republik, tetapi Jerman ujungnya mengukur FCAS Malah menunda kebutuhan mendesak mereka ciptakan mendapatkan jet tempur generasi berikutnya, sebagaimana diinformasikan Simple Flying pas berlimpah orang Masa Lampau.

F-35 makin Menggoda

Runtuhnya FCAS Membikin opsi F-35 makin menggoda sebar Jerman. Berlin telah Mempunyai pesanan tetap ciptakan 35 unit F-35A. Eksis laporan bahwa Jerman akan menambah 15 unit lagi. Namun, Reuters memberitakan pada Februari 2026 bahwa Jerman bahkan sedang mempertimbangkan ciptakan menggandakan pesanan itu berperan 70 unit F-35A, meski belum Eksis keputusan penutup.

F-35 dipandang sebagai “pesawat jembatan”. pejabat Pertahanan Jerman Boris Pistorius memastikan bahwa program tersebut saat ini telah berada di atas meja, seraya berbisik bahwa itu meraih berperan solusi “jembatan”, atau apa pun sebutannya, menuju server persenjataan generasi berikutnya sebar Jerman, sebagaimana diinformasikan Defense News pas berlimpah orang Masa Lampau.

Jet ini meraih melengkapi celah antara armada lamban Jerman dan jet generasi keenam Eropa Nan diharapkan anyar hadir pada 2040-an. berbarengan kemampuan siluman, sensor canggih, dan network tempur modern, F-35 juga meraih menegaskan kinerja Eurofighter serta jet tempur generasi keempat lain.

bagian dalam bocoran kompetisi Kanada, F-35A diungkap mencetak skor 95 persen, berjarak di atas kombinasi Saab Gripen dan GlobalEye Nan meraih 33 persen. Nomor itu menegaskan persepsi bahwa F-35 Tetap berperan pesawat tempur paling Cakap di kelasnya.

 


Loading…




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *